Cetak Agen Perubahan, Pemkab Gresik dan Puspa Pinatih Gelar Pelatihan Konselor Sebaya Remaja

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 06:39 WIB
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Gresik bersama Forum Puspa Pinatih melatih ratusan remaja pilihan dari Forum Anak, GenRe, dan PIK-R menjadi Konselor Sebaya. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Gresik bersama Forum Puspa Pinatih melatih ratusan remaja pilihan dari Forum Anak, GenRe, dan PIK-R menjadi Konselor Sebaya. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) bersama Forum Puspa Pinatih menggelar Pelatihan Konselor Sebaya sekaligus meluncurkan gerakan remaja sebagai agent of change. Agenda tersebut berlangsung di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, pada Kamis, (30/7).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Gresik sebagai Kabupaten Layak Anak.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, hadir langsung untuk memberikan arahan utama sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Baca Juga: Rayakan HUT ke 54, Petrokimia Gresik Mengayuh Harapan Bersama Ribuan Tukang Becak

Dalam sambutannya, Wabup Alif mengingatkan para peserta yang dilatih menjadi konselor sebaya agar memiliki kepekaan komprehensif dalam memetakan dan membimbing permasalahan rekan sebayanya.

"Permasalahan remaja pada dasarnya bersumber dari tiga hal, yakni diri sendiri, lingkungan, dan keluarga. Sebagai konselor sebaya, jangan hanya melihat dari satu sudut pandang. Kalian harus selesai dulu dengan permasalahan diri sendiri agar bisa membantu kawan-kawan dengan maksimal," tegas Alif.

Wabup Alif secara khusus menyoroti pentingnya peran keluarga dan bakti kepada orang tua sebagai fondasi utama moral remaja. Ia menyebut bahwa tingginya angka perceraian di Kabupaten Gresik turut memengaruhi kondisi psikologis anak dan remaja.

Baca Juga: Komitmen Hijau Terminal Teluk Lamong: Gandeng BRIN Gelar Riset Ekologis Pengayaan Keanekaragaman Hayati

Selain itu, ia mengingatkan para peserta untuk mewaspadai ancaman lingkungan seperti penyalahgunaan narkoba hingga penggunaan vape.

"Saya berpesan agar para remaja mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin dalam 10 hingga 20 tahun mendatang dengan tetap rendah hati, terus mengasah ilmu, dan menjadi teladan yang membanggakan bagi daerah," tuturnya. 

Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas pihak yang mendukung upaya perlindungan anak di Gresik. Menurutnya, anak dan remaja tidak boleh sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan harus dilibatkan secara aktif sebagai subjek dan pelaku pembangunan.

Baca Juga: Pastikan Pelayanan Prima dan Humanis, Kapolres Gresik Sidak Mapolsek Kebomas dan Pos Satlantas

"Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk berani menyampaikan gagasan, menjadi pendengar yang baik, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Kami juga memiliki rencana penguatan dan revitalisasi program "Rumah Curhat" hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai wadah terpadu bagi organisasi remaja serta perempuan," terang dr. Titik. 

Ketua Pengurus Forum Puspa Pinatih Gresik, Riyadlotus Sholichah, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh remaja pilihan dari Forum Anak, PIK-R, GenRe, serta perwakilan sekolah di Kabupaten Gresik.

Di tengah tantangan era disrupsi, pelatihan ini diharapkan mampu membentuk karakter anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). "Sebagai pelopor, remaja diharapkan menjadi contoh pola hidup sehat dan berprestasi, sementara sebagai pelapor, mereka memiliki empati serta keberanian untuk melaporkan tindakan tidak menyenangkan maupun kekerasan yang menimpa kawan sebayanya," ujarnya. 

Baca Juga: Menjawab Tantangan Zaman, Integrasi Pendidikan Dini Hingga Perguruan Tinggi Jadi Komitmen Semen Indonesia Foundation Mencegah Loss Skill di Masa Depan

Melalui kegiatan ini, Pemkab Gresik berharap kapasitas konselor sebaya di tingkat sekolah maupun komunitas dapat meningkat, sehingga terwujud lingkungan yang aman, ramah, dan peduli anak di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
sebaya gresik Puspa Pinatih ASLUCHUL ALIF KBPPPA