Hadirkan Fotografer Profesional, Nila Yani Bekali Pelaku UMKM Kuliner Gresik Teknik Storytelling Fotografi untuk Promosi di Medsos

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 08:00 WIB
Anggota DPR RI asal Gresik, Nila Yani, menghadirkan fotografer profesional Mamuk Ismuntoro dalam Workshop Through the Lens: Culinary Storytelling with Photography di GNI Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Anggota DPR RI asal Gresik, Nila Yani, menghadirkan fotografer profesional Mamuk Ismuntoro dalam Workshop Through the Lens: Culinary Storytelling with Photography di GNI Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang kuliner di Kabupaten Gresik mendapatkan pembekalan strategi pemasaran digital melalui pelatihan bertajuk “Workshop Through the Lens: Culinary Storytelling with Photography” yang digelar di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota DPR RI asal Gresik, Nila Yani, dengan menghadirkan fotografer profesional Mamuk Ismuntoro sebagai narasumber. Para pelaku usaha diajak untuk mengoptimalkan fotografi dan media sosial sebagai sarana promosi modern yang efektif.

Baca Juga: Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, PNM Dorong Pemberdayaan Nasabah Melalui Program Eco Life

Nila Yani menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik kaya akan kuliner khas beresep turun-temurun, seperti olahan bandeng hingga nasi krawu. Namun, potensi besar tersebut sering kali belum terjangkau secara optimal oleh generasi muda.

"Kita tahu selama ini banyak kuliner Gresik yang rasanya luar biasa, resepnya turun temurun, tetapi belum mampu menyapa Gen Z. Padahal mereka sangat aktif menggunakan media sosial. Karena itu, foto makanan bukan sekadar gambar, tetapi harus mampu bercerita dan membangun ketertarikan calon pembeli," ungkap Nila Yani.

Alumnus Universitas Airlangga tersebut menambahkan bahwa daya saing produk kuliner saat ini tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, melainkan juga oleh kemasan visual.

Baca Juga: Kawal Kepulangan Pekerja Migran di Pendopo Gresik, Nila Yani Tegaskan Komitmen Perlindungan WNI

"Sering kali pelaku usaha kalah bersaing bukan karena rasanya, tetapi karena visual produknya kurang menarik. Lewat storytelling dalam fotografi, makanan akan memiliki cerita yang mampu mengundang orang untuk membeli," jelasnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, drg. Saifudin Ghozali. Pria asal Ujungpangkah ini menyebutkan bahwa Gresik memiliki Warisan Budaya Takbenda (WBTB) seperti nasi krawu dan kupat ketek yang berpotensi besar jika dipromosikan melalui konten visual yang memikat.

"Kami berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan ilmu fotografi storytelling ini agar kuliner khas Gresik semakin dikenal luas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," tutur Saifudin Ghozali.

Baca Juga: RUU Kawasan Industri Jadi Kunci Akselerasi Investasi, Nila Yani Dorong Pengesahan Aturan Khusus Ekonomi Nasional

Apresiasi juga datang dari perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Iman Santoso. Menurutnya, penguasaan teknik fotografi dan storytelling oleh pelaku UMKM merupakan langkah krusial dalam meningkatkan nilai tambah serta daya pikat produk kuliner lokal di pasar yang lebih luas. (han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
kuliner gresik UMKM Nila Yani fotografer