Sambungkan Akses Antardesa, DPUTR Gresik Lanjutkan Pengecoran Ruas Jalan Duduksampeyan–Betoyoguci

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:14 WIB
RUAS : Sepanjang pembangunan ruas Jalan Duduksampeyan-Betoyoguci. (Foto : Dok/Radar Gresik)
RUAS : Sepanjang pembangunan ruas Jalan Duduksampeyan-Betoyoguci. (Foto : Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus melanjutkan pengerjaan rekonstruksi ruas jalan strategis Duduksampeyan–Betoyoguci. Pada tahun anggaran 2026 ini, pengerjaan difokuskan pada pengecoran jalan sepanjang 700 meter sembari menunggu tuntasnya proses pembebasan lahan di beberapa titik.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro, menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur di ruas jalan tersebut memang dilaksanakan secara bertahap. Hal ini mengingat total panjang koridor tersebut mencapai kurang lebih 10 kilometer.

"Untuk tahun ini yang kami kerjakan sekitar 700 meter. Saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 36,57 persen dan pengerjaannya berupa pengecoran jalan," ujar Eddy, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Sambut Orang Tua Siswa Baru UPT SMPN 1 Gresik Gelar Sosialisasi Program Sekolah dan Pamerkan Fitur Digital SiBestie

Eddy memaparkan bahwa pengerjaan jalan Duduksampeyan–Betoyoguci telah digulirkan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025 lalu, DPUTR Gresik telah menyelesaikan pengecoran sepanjang 1,2 kilometer.

Sementara itu, untuk kelanjutan pengecoran 700 meter pada tahun ini disokong melalui alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK). Jika dikumulasikan dari tahap-tahap sebelumnya, total jalan yang telah rampung dicor di ruas ini telah menembus lebih dari 3 kilometer.

Jalur ini memiliki peran krusial karena melintasi dan menghubungkan banyak pemukiman warga, meliputi Desa Duduksampeyan, Petisbenem, Samirplapan, Kawistowindu, Kemudi, hingga Betoyo Kauman dan Betoyoguci.

Baca Juga: Dobrak Kos di Wringinanom, Satresnarkoba Polres Gresik Bekuk Jaringan Sabu Lintas Wilayah

Meskipun pengerjaan fisik terus berjalan dari titik awal yang tersambung dengan jalan nasional, DPUTR Gresik mencatat masih ada sekitar 2,5 kilometer lahan yang memerlukan proses pembebasan, khususnya di wilayah Desa Kemudi menuju Betoyo Kauman.

"Yang masih berproses itu pembebasan lahan. Kurang lebih sekitar 2,5 kilometer lagi agar ruas jalan ini bisa tersambung secara utuh. Tahun ini kami lanjutkan pengecoran sambil menguruk lahan," pungkasnya.

Pemerintah daerah menargetkan pengerjaan fisik 700 meter tahun ini dapat tuntas tepat waktu, sehingga mampu meningkatkan kelancaran konektivitas antarwilayah serta memacu roda perekonomian masyarakat sekitar. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gresik duduksampeyan DPUTR Betoyoguci Jalan