RADAR GRESIK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mulai bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau.
Sebagai langkah awal menghadapi cuaca panas ekstrem yang berpotensi memicu kekeringan, BPBD menyiagakan lima unit truk tangki air bersih untuk disuplai ke wilayah-wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengungkapkan bahwa kelima armada tangki tersebut dalam posisi standby dan siap didistribusikan sewaktu-waktu ke kecamatan yang mulai kesulitan mengakses air bersih.
“Hingga saat ini memang belum ada laporan resmi dari masyarakat terkait permintaan air bersih. Namun, sebagai langkah mitigasi, lima truk tangki air ini selalu siaga. Kami juga terus berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan swasta yang setiap tahunnya rutin membantu pemenuhan air bersih melalui program CSR,” ujar Driatmiko, Senin (6/7).
Berdasarkan pemetaan BPBD Gresik, potensi kekeringan tersebar merata di dua wilayah utama. Untuk kawasan utara Gresik, titik rawan meliputi Kecamatan Sidayu, Panceng, dan Duduksampeyan. Sementara untuk wilayah selatan, kewaspadaan ditingkatkan di Kecamatan Cerme, Benjeng, Balongpanggang, hingga Kedamean.
Menyikapi potensi tersebut, Driatmiko mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola penggunaan air selama musim kemarau. Selain menghemat air, warga juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi akibat lonjakan suhu udara.
Baca Juga: SMP Negeri Kekurangan Siswa, Komisi IV DPRD Gresik Minta Dispendik Lakukan Evaluasi Menyeluruh
“Jika di wilayahnya mulai terjadi krisis air bersih, kami meminta masyarakat segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau pihak kecamatan. Permohonan bantuan tersebut nantinya akan langsung diteruskan ke BPBD Gresik agar distribusi air bersih bisa segera diturunkan secara cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Selain ancaman kekeringan, BPBD turut menaruh perhatian pada potensi bencana kebakaran yang kerap meningkat saat kemarau.
Warga dilarang keras membakar sampah atau rumput kering di sembarang tempat, karena cuaca yang gersang dan angin kencang dapat memicu kebakaran lahan dengan cepat.
Baca Juga: Gelar Operasi Cipta Kondisi, Polsek Panceng Gresik Amankan Puluhan Botol Miras dari Dua Warkop
“Kami berharap melalui persiapan armada yang matang dan koordinasi aktif dengan pemdes, dampak musim kemarau tahun ini bisa diminimalkan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah