RADAR GRESIK – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik mengambil langkah proaktif untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
Dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, sebanyak 58 pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan diajak meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat (SR) permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Gresik.
Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran utuh mengenai fasilitas dan progres pembangunan proyek tersebut sebelum para pengurus mengirimkan anak-anak asuh mereka untuk belajar di sana.
Baca Juga: Respons Laporan Pak Purnomo Polisi Baik, Dinsos Gresik Gerak Cepat Sisir Warga Terlantar
Kepala Dinsos Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa dari total 78 LKSA yang ada di Gresik, para pengurus perlu melihat langsung program pendidikan gagasan pemerintah ini.
“Harapannya, mereka mengetahui bahwa ada program pemerintah yang sangat baik sehingga anak-anak asuh yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 dapat memanfaatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat,” ujar dr. Ummi, Kamis (2/6).
Dalam peninjauan tersebut, pihak pelaksana proyek memaparkan detail luas lahan, desain bangunan, jumlah gedung, hingga progres pembangunan fisik yang kini telah menyentuh angka 93 persen. Setelah pemaparan, rombongan diajak berkeliling melihat langsung ruang kelas dan berbagai fasilitas penunjang yang sedang disiapkan.
Baca Juga: Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Gresik Gandeng LKSA Jaring Siswa Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang didesain untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, di mana seluruh kebutuhan pendidikan siswa akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
“Saya berharap seluruh pengurus LKSA dapat memanfaatkan keberadaan Sekolah Rakyat ini. Bila ada anak asuh yang belum bisa mengenyam pendidikan secara layak, terutama jenjang Sekolah Dasar (SD), bisa didaftarkan ke Sekolah Rakyat,” imbuhnya.
Saat ini, kuota yang disediakan untuk jenjang SD hingga SMA masing-masing adalah 90 siswa. Namun, khusus untuk jenjang SD, kuota belum terpenuhi dan masih menyisakan sekitar 72 kursi kosong.
Baca Juga: Libur Semester Dimulai, SRMA 37 Gresik Siapkan Transisi ke Sekolah Rakyat Permanen
Selain fokus pada pendidikan anak, Dinsos Gresik juga tengah bergerak cepat menangani isu sosial lainnya, yakni meningkatnya jumlah lansia telantar di Kabupaten Gresik. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat ada 33 lansia telantar yang ditangani dan untuk sementara dititipkan di beberapa panti jompo.
Sebagai solusi jangka panjang, gedung eks Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, akan dialihfungsikan menjadi panti lansia.
Proses alih fungsi ini baru akan berjalan setelah seluruh siswa SRMA pindah ke gedung baru yang ditargetkan pada 14 Juli 2026. Setelah pengosongan, bangunan akan segera direnovasi serta dilengkapi dengan sarana, prasarana, kesiapan SDM, dan dukungan anggaran.
Baca Juga: Hajar Kanada 3-0, Maroko Segel Tiket Pertama Perempat Final Piala Dunia 2026
“Paling tidak target kami pada akhir tahun ini panti lansia sudah bisa di-launching, sehingga seluruh lansia terlantar di Kabupaten Gresik dapat memperoleh perawatan yang lebih layak,” pungkas dr. Ummi. (jar/han)