Ketua Dharma Wanita Kabupaten Gresik, Siti Qomariyah Washil, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan, terutama dalam menjaga ketahanan keluarga dan pangan di tingkat desa.
Selain itu, program Bunda Puspa juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan desa melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Para peserta didorong untuk mengembangkan usaha berbasis pangan, seperti olahan hasil pertanian, peternakan, hingga pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan di tingkat keluarga sekaligus menekan kerentanan ekonomi masyarakat desa.
“Penguatan ketahanan pangan ini juga dilakukan melalui edukasi pola konsumsi sehat, pengolahan pangan bergizi, serta pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Dengan demikian, perempuan tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan keluarga di desa,” jelasnya.
Pada 2026, sebanyak 160 perempuan dari delapan kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Driyorejo, Dukun, Kebomas, Kedamean, Ujungpangkah, dan Wringinanom mengikuti program ini. Berbeda dari tahun sebelumnya, peserta kini tidak hanya berasal dari pelaku usaha, tetapi juga perempuan yang baru merintis usaha dengan komitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Peserta diprioritaskan bagi perempuan yang belum pernah menerima bantuan serupa dan belum terdata dalam DTSEN. Pendataan dilakukan melalui aplikasi Gresik Soya milik Dinas Sosial untuk memastikan program tepat sasaran.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Petrokimia Gresik Lepas 50 Taruna Makmur Batch IX untuk Dampingi Petani
Selama enam hingga delapan bulan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari konsep gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, kewirausahaan responsif gender, hingga penguatan kelompok. Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan usaha, pendampingan, serta difasilitasi pengurusan NIB, PIRT, dan sertifikat halal.
Plt Camat Balongpanggang, Nur Salim, menyebut wilayahnya memiliki potensi pertanian yang besar dan sangat relevan untuk dikembangkan oleh perempuan melalui program pemberdayaan.
“Kami berharap Bunda Puspa tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri,” katanya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah