RADAR GRESIK – Peringatan Haul Ke-56 Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, di Kabupaten Gresik berlangsung penuh khidmat.
Rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, doa bersama, serta tausiyah kebangsaan ini menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Agenda religius sekaligus nasionalis ini diinisiasi langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Gresik.
Bertempat di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), momentum sakral ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai elemen masyarakat lintas organisasi.
Baca Juga: Peringati HANI 2026, Pemkab Gresik Kukuhkan KOPAN dan Luncurkan Aplikasi Satgas Jaga Gresik
Tampak hadir di lokasi jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, organisasi perempuan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, para tokoh agama, hingga seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Gresik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa majelis haul ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan belaka. Menurut pria yang akrab disapa Gus Yani ini, esensi utama dari kegiatan ini adalah menyerap nilai-nilai pengabdian mendalam yang telah diwariskan oleh sang Proklamator demi keberlangsungan bangsa dan negara.
“Majelis haul ini memiliki makna yang sangat penting, yakni mendoakan Bung Karno serta meneladani perjuangan dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan segala amal baktinya menjadi amal ibadah yang diterima,” ujar Gus Yani.
Baca Juga: Apresiasi Kinerja dan Dedikasi, Kapolres Gresik Beri Penghargaan untuk 27 Personel Berprestasi
Gus Yani menambahkan, tradisi pelaksanaan haul Bung Karno yang rutin digelar di Gresik merupakan langkah positif untuk memperkuat fondasi kebangsaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Di tengah dinamika global, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melangitkan doa agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, kesejahteraan, serta dijauhkan dari berbagai konflik horizontal maupun bencana alam yang melanda banyak negara luar.
“Kita semua berharap Indonesia selalu dalam keadaan kondusif, masyarakatnya sejahtera, dan dijauhkan dari peperangan maupun berbagai musibah. Semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno harus terus kita jaga,” tegas Bupati Gresik tersebut.
Senada dengan hal itu, Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia Agustina, mengingatkan para kader dan masyarakat yang hadir untuk mengobarkan kembali api perjuangan Bung Karno, terutama dalam hal keberpihakan penuh kepada rakyat kecil. Ia meminta semua pihak tidak sekadar mengagumi nama besar sang Proklamator, melainkan mewarisi keberaniannya dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Hari ini kita tidak hanya hadir untuk mengirim doa kepada Bung Karno, tetapi juga untuk mengingat kembali perjuangan beliau dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itulah yang harus terus kita warisi,” ucap Susy Cecilia Agustina.
Susy turut menjabarkan instruksi tegas dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh instrumen partai bergerak nyata dan hadir sebagai penyambung lidah rakyat.
Baca Juga: Serahkan Bantuan Alsintan Kementan RI, Wabup Alif Dorong Mekanisasi Pertanian Gresik
Kader partai diminta peka terhadap persoalan di akar rumput, mendengar keluh kesah mereka, serta aktif mencari solusi konkret. Di samping itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nalar kritis dan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, di mana program yang prorakyat wajib didukung, sedangkan yang menyimpang harus berani diingatkan.
Sembari menutup orasinya, Susy kembali menggaungkan jargon legendaris Bung Karno, yaitu "Jas Merah" atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Pesan fundamental tersebut dipandang sebagai kompas berharga bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar sejarah perjuangan para pendiri bangsa.
“Jangan hanya mengenal nama besar Bung Karno, tetapi mari meneruskan keberanian, pengorbanan, dan semangat beliau dalam memperjuangkan rakyat. Semua yang dilakukan harus bermuara pada kepentingan rakyat Indonesia,” pungkas Susy di akhir acara. (jar/han)
Editor : Hany Akasah