RADAR GRESIK – Langkah tegas diambil oleh jajaran legislatif untuk mengawal jalannya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Gresik. Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik menjadwalkan monitoring intensif dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah guna memantau langsung pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA).
Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan seluruh proses seleksi berjalan lancar, transparan, objektif, dan sepenuhnya mematuhi aturan yang berlaku.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Saifudin, menjelaskan bahwa agenda pemantauan langsung ini melibatkan seluruh anggota komisi yang akan disebar ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Baca Juga: Apresiasi Kinerja dan Dedikasi, Kapolres Gresik Beri Penghargaan untuk 27 Personel Berprestasi
“Rencana teman-teman di Komisi IV DPRD Gresik, kami akan sidak di setiap dapil masing-masing untuk memastikan proses TPA berjalan dengan baik dan lancar,” kata Muhammad Saifudin menjelaskan skema pengawasan tersebut.
Saifudin menambahkan bahwa sistem seleksi yang diterapkan pemerintah daerah saat ini sebenarnya telah dirancang sedemikian rupa agar menjunjung tinggi keterbukaan.
Melalui mekanisme digital, hasil nilai dari setiap peserta dapat langsung diketahui sesaat setelah tes selesai dikerjakan, sehingga mempersempit ruang terjadinya potensi kecurangan atau manipulasi data.
Baca Juga: Peringati HANI 2026, Pemkab Gresik Kukuhkan KOPAN dan Luncurkan Aplikasi Satgas Jaga Gresik
“Kami berharap para siswa mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya agar bisa mencapai sekolah yang diinginkan. Kami juga berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas sistem yang sudah baik ini,” imbuh Ketua Komisi IV tersebut.
Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma, memaparkan bahwa TPA ini wajib diikuti oleh seluruh calon murid lulusan SD atau MI di Kabupaten Gresik yang ingin merebutkan kursi di jenjang SMP negeri.
Adapun materi yang diujikan dalam tes tersebut meliputi tiga mata pelajaran utama, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Teknis pelaksanaannya sendiri dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan dengan memanfaatkan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Baca Juga: Kaki Bocah Terjepit Pintu Rumah di Manyar Gresik, Tim Rescue Damkarla Sinergi Bareng PSC
“Pelaksanaan tes dilakukan di laboratorium komputer sekolah. Setelah peserta menyelesaikan ujian, nilainya langsung muncul karena menggunakan sistem CAT,” urai Herawan Eka Kusuma mengenai kecanggihan sistem seleksi tersebut.
Herawan menggarisbawahi bahwa pemeringkatan kelulusan jalur TPA ini murni didasarkan pada skor tertinggi yang diraih peserta. Kendati demikian, Dinas Pendidikan juga telah menyiapkan indikator pemutus andai kata ditemukan adanya nilai yang sama persis di papan klasemen.
Indikator pertama yang dilihat adalah faktor usia calon murid saat mendaftar, di mana usia yang lebih tua akan diuntungkan. Jika usia pun ternyata sama, maka sistem secara otomatis memberikan prioritas kepada peserta yang melakukan pendaftaran online mandiri lebih awal.
Baca Juga: Serap Aspirasi Pesisir, Kapolres Gresik Sambangi Nelayan Lumpur Lewat Program 'Jangkar'
“Semua sudah berbasis sistem, jadi tidak bisa diatur. Kalau nilainya bagus tentu peluang diterima lebih besar, sedangkan jika nilainya rendah maka akan menyesuaikan dengan hasil tes yang diperoleh,” tegas Sekretaris Dispendik Gresik tersebut.
Meskipun sistem telah berjalan secara objektif dan transparan, Herawan mengingatkan bahwa peluang kelolosan para siswa tetap akan dipengaruhi oleh dinamika jumlah kuota daya tampung dan ketatnya tingkat persaingan di masing-masing sekolah tujuan. Oleh karena itu, ia mendorong setiap peserta untuk mempersiapkan diri dengan matang demi merengkuh hasil yang maksimal.
“Harapan kami tentu anak-anak mendapatkan nilai tinggi dan memiliki kemampuan akademik yang mumpuni. Sekolah juga harus terus meningkatkan kualitas lulusannya agar mampu bersaing, termasuk saat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA Negeri,” pungkas Herawan mengakhiri keterangannya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah