RADAR GRESIK – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, memberikan instruksi tegas kepada jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Gresik periode 2026–2031 yang baru saja dilantik.
Bertempat di Ruang Putri Mijil, Pendopo Kabupaten Gresik, Sabtu (20/6/2026), Wabup Alif menekankan agar organisasi wadah pedagang ini bergerak profesional dan tidak dijadikan alat politik praktis yang dapat mengerdilkan fungsi utama lembaga.
Dalam pelantikan yang mengukuhkan Munawarah sebagai Ketua DPD APPSI Gresik beserta 15 pengurus lainnya tersebut, fokus perhatian tertuju pada penguatan tata niaga pasar rakyat.
Baca Juga: Sukses Jadi Wadah Piala Dispendik, Gressmall Buktikan Mal Bisa Jadi Tempat Pembinaan Olahraga
Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), UPT Pasar Pemkab Gresik, serta perwakilan DPW APPSI Jawa Timur.
Wabup Alif menyampaikan bahwa keberadaan APPSI harus menjadi jembatan akselerasi ekonomi, di mana pengurus wajib menempatkan diri sebagai mitra taktis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pemda berharap komunikasi yang dibangun ke depan adalah komunikasi dua arah yang berbasis pada pencarian solusi bersama terkait dinamika di lingkungan pasar tradisional.
“Catatan penting dari kami untuk Bu Muna beserta seluruh jajaran adalah pentingnya koordinasi. Sinergi berarti menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gresik, bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi bersama-sama mencari solusi terbaik bagi berbagai persoalan di pasar,” tegas Wabup Alif saat memberikan pengarahan di mimbar panggung.
Baca Juga: Gantikan Almarhum Ahmad Nurhamim, Wongso Negoro Resmi Ditunjuk Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik
Guna mempermudah pemetaan masalah secara presisi, orang nomor dua di Kabupaten Gresik ini mendorong Munawarah untuk segera melakukan ekspansi struktural dengan membentuk kepengurusan ranting di setiap unit pasar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Gresik.
Wabup Alif juga melayangkan warning keras terkait independensi organisasi. Dirinya berpesan agar komitmen menyejahterakan pedagang tidak dinodai oleh syahwat politik kelompok, mengingat tantangan pemulihan ekonomi di sektor pasar rakyat membutuhkan konsentrasi penuh.
"Tujuan APPSI adalah menyejahterakan para pedagang pasar. Maka rangkul semua. Saya pesan, jangan terlalu banyak dibawa ke politik praktis, nanti organisasi ini tidak bergerak dan kerdil lagi," pungkasnya secara lugas.
Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Gresik Pacu Ekosistem Vokasi Lewat Sinergi Rantai Pasok Industri
Di sisi pengendalian inflasi daerah, Wabup Alif mengajak APPSI untuk melek digital dengan memanfaatkan platform pemantauan harga mandiri SIBAPO serta mengoptimalkan saluran pengaduan resmi Pemkab Gresik di nomor 0812-1788-9986.
Dengan integrasi ini, jika pedagang mendapati lonjakan harga komoditas yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), pemda bisa langsung mengambil tindakan cepat lewat operasi pasar maupun distribusi taktis bersama Bulog.
Merespons instruksi dari sudut pandang pemda tersebut, Ketua DPD APPSI Gresik, Munawarah, menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan program kerja asosiasi dengan visi misi daerah demi memastikan pasar rakyat di Gresik semakin maju dan berdaya saing. (han)
Editor : Hany Akasah