Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Raih Peringkat Tertinggi di Jatim, Indeks Perlindungan Anak Kabupaten Gresik Tembus 3 Besar Nasional

Riri Masfardian • Jumat, 19 Juni 2026 | 22:04 WIB
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas KBPPPA menunjukkan komitmennya dalam melindungi masa depan generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas KBPPPA menunjukkan komitmennya dalam melindungi masa depan generasi muda.

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sukses mengukuhkan posisinya di garda terdepan dalam pemenuhan hak dan proteksi anak tingkat nasional. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kabupaten Gresik berhasil menorehkan capaian gemilang pada beberapa indikator makro penataan lingkungan ramah anak.

Kabupaten Gresik sukses mengunci peringkat 1 di Jawa Timur sekaligus bertengger di peringkat 3 Nasional untuk skor Indeks Perlindungan Anak (IPA) dengan raihan nilai tinggi sebesar 81,39 poin, melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur (75,62 poin) dengan selisih 5,77 poin.

Selain itu, pada Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA), Gresik nangkring di peringkat 2 Jawa Timur dan masuk dalam zona 7 besar nasional dengan skor 80,31 poin, serta mengamankan posisi 6 besar di Jawa Timur untuk Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA) dengan nilai 88,06 poin.

Baca Juga: Dinas KBPPPA Gresik Dorong Forum Anak Benjeng Jadi Pelopor dan Pelapor

Menyikapi torehan prestasi berskala nasional tersebut, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati, menegaskan bahwa lompatan angka indeks ini bukan merupakan luaran kerja sektoral dari satu dinas saja.

"Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, media, akademisi, hingga partisipasi aktif anak dan keluarga," ujar dr. Titik Ernawati saat memaparkan rincian keberhasilan tersebut, Jumat (19/6). 

Dirinya menjabarkan, akumulasi nilai tinggi di tingkat pusat tersebut ditopang oleh serangkaian rancangan program yang terintegrasi di lapangan. Beberapa langkah taktis yang digenjot secara konsisten meliputi penguatan kebijakan dan regulasi daerah yang berpihak pada hak-hak anak, peningkatan mutu kualitas layanan pada sektor pendidikan dan kesehatan, hingga penajaman instrumen perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum atau kerentanan sosial.

Baca Juga: Sasar Pelajar SMP, KBPPPA Gresik Gelar Lomba Film Pendek KIDTION 2026 Guna Cegah Kekerasan Anak

"Berbagai upaya yang dilakukan antara lain penguatan kebijakan dan regulasi yang berpihak pada anak, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, penguatan perlindungan khusus bagi anak, pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), peningkatan peran keluarga dan masyarakat, serta sinergi lintas sektor yang berkelanjutan. Prestasi ini merupakan buah dari komitmen bersama untuk memastikan setiap anak tumbuh, berkembang, terlindungi, dan berpartisipasi secara optimal," imbuh Kadis KBPPPA tersebut secara rinci.

Kendati berhasil menempatkan Kabupaten Gresik sebagai salah satu daerah percontohan terbaik di Indonesia dalam urusan perlindungan anak, dr. Titik Ernawati mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.

Evaluasi berkala harus tetap berjalan mengingat tantangan dinamika sosial anak ke depan diprediksi akan semakin kompleks, termasuk dalam memitigasi perkawinan anak dan perlindungan pekerja migran anak.

Baca Juga: Animo Tinggi, Ratusan Pencari Kerja Ikuti Seleksi ReDINAKER Gresik

"Prestasi ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak. Ke depan, kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas layanan yang ramah anak, memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi anak, serta memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal," cetusnya.

Melalui komitmen kebijakan ramah anak yang berkelanjutan ini, Pemkab Gresik menaruh harapan besar agar pemenuhan hak dasar ini mampu menopang lahirnya klaster sumber daya manusia lokal yang kompetitif dan berkarakter kuat di masa depan.

"Harapannya ke depan, setiap anak dapat tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, sehingga mampu menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Yang perlu digarisbawahi bahwa prestasi ini bukan milik satu institusi, melainkan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat. Tantangan ke depan masih besar, sehingga capaian ini harus menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, inclusif, dan ramah bagi seluruh anak di Kabupaten Gresik," pungkas dr. Titik Ernawati secara optimistis. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
#Anak #KemenPPPA #gresik #ipa #KBPPPA