RADAR GRESIK – Langkah taktis guna mengunci stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tingkat akar rumput terus diperketat oleh jajaran otoritas wilayah utara Kabupaten Gresik.
Pemerintah Kecamatan Bungah menggelar forum strategis bertajuk Giat Sinergitas Ketentraman dan Ketertiban Wilayah Kecamatan Bungah yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Kamis (18/6/2026).
Agenda koordinasi makro ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta dihadiri oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Bungah.
Baca Juga: Belum Kapok usai SP1, Kepala UPT SDN 34 Gresik Dilaporkan Lagi atas Dugaan Jual Buku Rp150 Ribu
Pertemuan berkala ini sengaja didesain menjadi wadah komunikasi satu pintu yang dinamis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar-instansi dalam memetakan serta merespons berbagai dinamika sosial yang sedang berkembang di tengah-tengah pemukiman warga.
Camat Bungah, Izzul Muttaqin, dalam pemaparannya menekankan bahwa keterpaduan gerak antara jajaran pemerintah kecamatan, unsur TNI, Polri, hingga pemerintah desa merupakan kunci utama dalam melahirkan ekosistem lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Otoritas Kecamatan Bungah menegaskan komitmen seriusnya dalam membangun fondasi sinergi lintas sektor ini demi mengawal stabilitas wilayah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Jawab Kritik Fraksi DPRD, Gus Yani Beberkan Alasan Serapan Belanja Low dan Skema SILPA Rp452 Miliar
“Kolaborasi yang solid akan memperkuat kemampuan pemerintah dalam merespons berbagai persoalan yang muncul di masyarakat,” tegas Camat Izzul Muttaqin saat memberikan pengarahan di hadapan para kepala desa.
Senada dengan hal itu, Kapolsek Bungah, AKP Suhari, menjabarkan peta kondisi Kamtibmas mutakhir di wilayah hukumnya. Dirinya mengajak jajaran kepala desa untuk menaikkan level kewaspadaan lingkungan serta memperketat komunikasi koordinasi dengan bhabinkamtibmas dan aparat keamanan guna mendeteksi sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gesekan sosial sejak dini.
Sementara itu, Danramil 0817/15 Bungah, Kapten Inf Mujiyanto, mempertegas argumen bahwa urusan menjaga kondusivitas wilayah bukan semata-mata menjadi domain pekerjaan aparat penegak hukum dan teritorial saja, melainkan tanggung jawab moral kolektif seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Solusi Manis Penataan PKL Semambung Gresik: Gus Yani Fasilitasi Lahan 1.000 Meter dan Modal Rp5 Juta
Danramil menilai kepala desa mengantongi mandat strategis dalam merawat simpul persatuan, kerukunan, dan stabilitas sosial di lingkungannya masing-masing.
"Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik dan deteksi dini terhadap setiap permasalahan di masyarakat, kita dapat mencegah potensi gangguan keamanan sejak awal. Saya mengajak seluruh kepala desa untuk terus membangun kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing demi terciptanya wilayah Bungah yang aman, tertib, dan kondusif,” urai Kapten Inf Mujiyanto secara lugas.
Jalannya diskusi antarpemimpin wilayah ini bergulir interaktif saat para kepala desa secara bergantian menyampaikan laporan, kendala teknis lapangan, hingga pembaruan situasi keamanan di desa masing-masing.
Forum ini dinilai sangat efektif untuk menyamakan persepsi sektoral sekaligus merumuskan solusi konkret yang cepat, tepat, dan terukur terhadap setiap riak persoalan yang berpotensi mengusik ketenteraman hidup masyarakat di Kecamatan Bungah. (jar/han)
Editor : Hany Akasah