RADAR GRESIK — Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik dalam waktu dekat mengerjakan lima belas paket proyek Jalan Poros Desa dibeton.
Langkah ini diambil karena Jalan Poros Desa tersebut menjadi akses mobilitas warga yang selama ini dikeluhkan saat musim hujan, sehingga diharapkan akan segera mulus. Pihak berwenang setempat menyatakan bahwa proses lelang telah selesai dan pemenang kontrak untuk pengerjaan paket proyek ini sudah ditetapkan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pemerintah daerah terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur melalui perbaikan puluhan ruas Jalan Poros Desa secara bertahap.
Baca Juga: Jelang Malam Suro Agung, Polres Gresik Rangkul PSHT Kebomas Jaga Kamtibmas
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Fokus pembangunan diarahkan pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi hasil usaha dan pertanian. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, diharapkan arus barang dan jasa menjadi lebih lancar sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal," ujar Gus Yani.
Menurut bupati yang akrab disapa Gus Yani itu, percepatan pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu program prioritas yang terus dikawal pelaksanaannya. Penanganan Jalan Poros Desa dilakukan secara bertahap dengan memaksimalkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan DPRD Gresik.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Perluasan KEK Gresik, Siap Tampung Gelombang Investasi Baru
Gus Yani mengimbau semua pihak untuk ikut serta mengawasi program ini.
“Pembangunan harus dikawal bersama agar berjalan sesuai perencanaan dan tepat sasaran. Peran masyarakat penting dalam mengawasi setiap proses yangberjalan," tuturnya.
Ia menjelaskan, komitmen pembangunan Jalan Poros Desa ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menghadirkan infrastruktur yang merata hingga tingkat desa. Selain meningkatkan aksesibilitas, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Gresik.
Ada lima belas paket Jalan Poros Desa yang dalam waktu dekat segera dibangun. Jalan tersebut diantaranya Domas menuju Hulaan, Randupadangan menuju Gempol Kurung, dan Setro menuju Pengalangan di Kecamatan Menganti.
Baca Juga: Viral Grup Gay Facebook di Gresik, Dinas Kesehatan Imbau Kewaspadaan Dampak Penularan HIV/AIDS
Berikutnya ruas Kepuhklagen hingga batas Kabupaten Mojokerto, Kesamben Kulon menuju Sumbergede, serta Sooko menuju Pedagangan yang masuk wilayah Kecamatan Wringinanom. Selanjutnya jalan poros desa Karangsemanding, Banjaragung, Sekar Putih, dan Karangsemanding menuju Banjaragung di Kecamatan Balongpanggang.
Ada pula jalan poros desa Sembayat menuju Morobakung di Kecamatan Manyar, jalan poros desa Tambakberas dan Cerme Kidul menuju Betiting di Kecamatan Cerme, serta jalan poros desa Sumari menuju Sumengko dan Petisbenem menuju Wadak Kidul di wilayah Kecamatan Duduksampeyan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro mengatakan, khusus Jalan Poros Desa di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Gresik sudah ada pemenang tendernya.
"Ini sudah ada pemenangnya. Minggu ini kita jadwalkan untuk penandatanganan kontrak pengerjaan (SPMK),” kata Eddy.
Baca Juga: Gulung Jaringan Lintas Kabupaten, Satresnarkoba Polres Gresik Bekuk Lima Pengedar Pil Koplo dan Sabu
Lebih lanjut, Eddy Pancoro menjelaskan proyek infrastruktur ini sengaja dikelompokkan menjadi satu paket pengerjaan per kecamatan agar prosesnya lebih efisien, mengingat usulan yang masuk berasal dari desa yang berbeda-beda.
"Untuk di Kecamatan Menganti dilakukan pembetonan difokuskan pada tiga titik ruas jalan poros desa yang strategis dengan total panjang mencapai 880 meter," imbuhnya.
Tiga ruas jalan poros desa di Kecamatan Menganti yang dimaksud antara lain ruas Randupadangan dilakukan pembetonan sepanjang kurang lebih tiga ratus dua puluh meter. Hal yang sama pada ruas Setro menuju Pengalangan mendapat jatah pembetonan sepanjang seratus sembilan puluh meter, serta ruas Domas menuju Hulaan dibeton sepanjang seratus tujuh puluh lima meter.
Baca Juga: Jelang Malam Suro Agung, Polres Gresik Rangkul PSHT Kebomas Jaga Kamtibmas
Tidak hanya sekadar pengaspalan ulang, proyek kali ini berupa peningkatan struktur jalan menggunakan semen beton atau rigit beton. Sebelum dibeton, petugas akan melakukan pemasangan Tanggul Penahan Tanah terlebih dahulu demi memastikan struktur tanah tetap stabil dan tidak longsor.
Menutup keterangannya terkait spesifikasi teknis dan pelebaran jalan, Eddy Pancoro menuturkan lebar jalan yang semula hanya berkisar antara 3,5 hingga 4 meter, nantinya akan diperlebar menjadi 5 meter.
"Sedangkan untuk spesifikasi ketebalan beton, pihak dinas terkait menerapkan standar total ketebalan hingga 30 cm," tutup Eddy.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Pesta Gol ke Gawang Paraguay, Kanada Ditahan Imbang Bosnia
Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan seluruh paket pekerjaan di tiga titik ini selesai dalam kurun waktu empat bulan. Namun, pengerjaan di masing-masing titik diprediksi bisa rampung lebih cepat dari target kolektif tersebut. Langkah pembetonan ini diambil sebagai respon atas tingginya aktivitas niaga masyarakat di tiga desa tersebut.
Selain terdapat pasar dan kawasan pemukiman yang padat, jalur-jalur ini merupakan akses vital perbatasan antar kabupaten atau kota serta menjadi urat nadi perindustrian rakyat.
Warga setempat menyambut baik proyek ini, mengingat selama ini jika musim hujan tiba, kondisi jalan yang rusak kerap kali membahayakan pengendara dan menghambat perputaran ekonomi desa. Dengan jalan yang lebar dan beton yang kokoh, mobilitas masyarakat dipastikan akan meningkat tajam. (jar/han)
Editor : Hany Akasah