Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kampanye Diet Plastik, DLH Gresik Bersama PT Smelting Gelar Aksi Grebek Kantong Plastik

Riri Masfardian • Kamis, 11 Juni 2026 | 22:26 WIB
Giat : Kepala Dinas LH Gresik, Sri Subaidah memimpin grebek kantong plastik di pasar baru. (Riri/Radar Gresik)
Giat : Kepala Dinas LH Gresik, Sri Subaidah memimpin grebek kantong plastik di pasar baru. (Riri/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menancap gas dalam gerakan nyata penyelamatan lingkungan dari ancaman polusi mikroplastik. Langkah konkret ini diwujudkan melalui aksi turun lapangan bertajuk "Grebek Kantong Plastik" yang dipusatkan di kawasan Pasar Baru Gresik, Kamis (11/6/2026).

Agenda lingkungan ini menjadi rangkaian acara kelima dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yang mengusung tema besar global “Inspired by Nature, For Climate, Our Future”.

Aksi simpatik yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini mengambil titik kumpul utama di depan Pasar Krempyeng. Untuk menyuntikkan semangat keteladanan, seluruh jajaran dinas dan elemen masyarakat yang terlibat kompak mengenakan kaos bernuansa putih-hijau.

Baca Juga: Atasi Krisis Planet, DLH Gresik dan PT Freeport Indonesia Tanam 50.000 Bibit Mangrove di Manyar

Selain itu, seluruh peserta juga diwajibkan membawa botol minum isi ulang (tumbler) masing-masing guna meminimalkan penumpukan sampah kemasan air mineral baru selama aksi berlangsung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa gerakan terjun langsung ke pusat perbelanjaan tradisional ini merupakan langkah taktis dalam menekan volume penggunaan sampah plastik di level domestik secara masif.

"Mengingat plastik merupakan jenis sampah anorganik yang sangat susah diurai oleh tanah bahkan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun, kami memilih metode persuasif dengan mendekati langsung para pembeli maupun pedagang di dalam pasar. Petugas secara proaktif mensosialisasikan bahaya plastik sekaligus mengedukasi masyarakat agar mulai beralih menggunakan tas belanja kain (tote bag) yang ramah lingkungan," terangnya. 

Baca Juga: DLH Gresik Selidiki Dugaan Pembuangan Air Limbah Kolam Renang Jati Sewu ke Wahana Sepeda Air

Sri Subaidah memberikan penekanan bahwa tugas utama dinas tidak sekadar membersihkan kota, melainkan juga mengedukasi karakteristik berpikir masyarakat secara berkelanjutan. 

"Pekerjaan menjaga kelestarian alam ini pada hakikatnya ialah sebuah panggilan hati nurani bagi setiap manusia yang hidup di bumi," tegas Sri Subaidah.

Aksi kolaboratif ini tidak hanya menggerakkan struktur internal DLH—muli dari jajaran Sekretaris, seluruh Kepala Bidang, hingga UPT Laboratorium Lingkungan dan UPT TPA—tetapi juga mendapat sokongan penuh dari kelompok sosiokultural perempuan seperti Muslimat, Fatayat, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, hingga menggandeng pihak swasta dari PT Smelting.

Baca Juga: Pasca-insiden Kolam Renang, DLH Gresik Terjunkan Tim Verifikasi Lapangan ke Wisata Jati Sewu

Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Eksternal Manager PT Smelting, Ardiansyah Handika. Pihaknya menyatakan komitmen penuh industri dalam mendukung visi hijau pemerintah daerah. 

"Manajemen PT Smelting juga ikut serta secara aktif dalam mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan kerja maupun publik, yang salah satunya dibiasakan melalui kampanye penggunaan tumbler mandiri bagi karyawan dalam beraktivitas sehari-hari," terang Ardiansyah. 

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan DLH Gresik, Muchamad Usman menambahkan bahwa edukasi taktis ini menyisir lorong pasar, para peserta dibagi menjadi beberapa regu pemburu sampah plastik, di mana setiap regu terdiri dari empat orang personel dengan modal membawa ratusan tas kain.

Baca Juga: Gencarkan Pelayanan Responsif, DLH Gresik Selesaikan Ratusan Pengaduan Lingkungan Lewat Berbagai Kanal

"Pasukan diperintahkan untuk "merampas dengan santun" sebanyak-banyaknya bagi setiap pembeli yang kedapatan membawa tas kresek di dalam pasar, untuk kemudian seketika itu juga diganti dengan tote bag secara gratis," pungkasnya. 

Di saat proses penukaran kantong tersebut, para regu juga diwajibkan memberikan pesan edukasi singkat secara humanis agar di lain waktu ketika hendak berangkat berbelanja, warga membiasakan diri membawa tas kain sendiri dari rumah.

Seluruh regu menyelesaikan tugas penyisiran ke setiap sudut pasar hingga persediaan tote bag yang dibawa habis total. Guna memaksimalkan daya jangkau pesan, sebagian petugas di lini depan bergerak menggunakan alat pengeras suara (megaphone) untuk terus mengampanyekan gerakan diet plastik sepanjang jalannya acara.

Baca Juga: Gencarkan Pelayanan Responsif, DLH Gresik Selesaikan Ratusan Pengaduan Lingkungan Lewat Berbagai Kanal

Melalui aksi operasi simpatik yang berjalan tertib dan lancar ini, Pemkab Gresik berharap mampu memantik kesadaran kolektif dari ekosistem pasar tradisional agar lambat laun mampu mewujudkan pasar bersih yang bebas dari cengkeraman limbah kantong plastik. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#dlh #plastik #gresik #Pasar #smelting