RADAR GRESIK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gresik terus mengintensifkan program inovatif Sekolah Tertib Administrasi Kependudukan atau disingkat Setia.
Melalui program jemput bola ini, petugas dari dinas turun langsung mendatangi sekolah-sekolah untuk melayani perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik bagi para pelajar yang telah memasuki dan memenuhi syarat usia wajib KTP.
Langkah taktis yang menyasar sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seantero Kabupaten Gresik ini menjadi strategi jitu Disdukcapil dalam mendongkrak angka kepemilikan dokumen kependudukan. Selain itu, aksi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya percepatan validasi serta pemutakhiran data kependudukan daerah secara riil.
Baca Juga: Atasi Krisis Planet, DLH Gresik dan PT Freeport Indonesia Tanam 50.000 Bibit Mangrove di Manyar
Kepala Disdukcapil Kabupaten Gresik, Muhammad Hari Syawaludin, menegaskan bahwa program Setia sengaja diarsiteki untuk memastikan seluruh peserta didik di Gresik mengantongi dokumen kependudukan yang lengkap, valid, dan mutakhir tepat sebelum mereka melangkah ke usia dewasa.
"Sebab, kepemilikan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) kini telah menjelma sebagai kebutuhan primer bagi para pelajar. Dokumen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bukti identitas resmi personal, melainkan juga menjadi instrumen syarat mutlak untuk mengakses berbagai klaster layanan publik, melanjutkan jenjang pendidikan tinggi, hingga hak memperoleh program bantuan sosial dari pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Gresik, Apri Widyastik, membeberkan capaian konkret dari pelaksanaan layanan terbaru yang digelar di lingkungan sekolah. Dalam aksi jemput bola tersebut, petugas di lapangan sukses memproses perekaman KTP elektronik baru terhadap 8 siswa wajib KTP.
Tidak hanya menyasar pelajar usia dewasa, petugas juga menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk 190 anak, melayani aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi 12 orang, serta merampungkan pencetakan fisik KTP untuk 4 orang.
"Angka ini menegaskan tingginya animo sekaligus efektivitas program Setia dalam memotong rantai birokrasi pengurusan adminduk yang selama ini terpusat di kantor dinas," tambahnya.
Melihat potret keberhasilan di lapangan, Disdukcapil berkomitmen akan terus menancap gas program Setia ke berbagai lembaga pendidikan secara berkala. Pola ini dinilai sangat efektif untuk mendekatkan daya jangkau pelayanan negara kepada masyarakat, sekaligus menyuntikkan kesadaran kolektif sejak dini akan pentingnya tertib administrasi.
Baca Juga: BUMN Barata Indonesia Digeledah, Ex Wamen Silmy Karim Pernah Jabat Dirut
Dengan masifnya gerakan ini, Disdukcapil Gresik berharap ke depan tidak ada lagi kasus pelajar yang mengalami kendala administratif saat hendak mengurus dokumen penting atau ketika bersentuhan dengan berbagai akses layanan publik kemasyarakatan.
Sinergi ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Gresik yang melek adminduk demi jaminan masa depan yang lebih tertata. (jar/han)
Editor : Hany Akasah