RADAR GRESIK – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Gresik terus menelurkan inovasi demi mendongkrak minat baca masyarakat.
Tahun depan, Dispusip berencana meluncurkan program anyar bertajuk Badhugku, sebuah ruang singgah terbuka yang dapat dimanfaatkan warga untuk membaca, berdiskusi, maupun sekadar melepas penat tanpa dipungut biaya.
Kepala Dispusip Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, mengungkapkan bahwa konsep Badhugku diadopsi dari kearifan lokal kebudayaan Jawa tempo dulu, yakni lincak (bangku bambu) yang biasa diletakkan di halaman rumah sebagai sarana bercengkerama.
Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolres Gresik Ajak Personel Lawan Intoleransi dan Radikalisme
“Filosofi Badhugku ini dari lincak yang dulu hampir selalu ada di rumah-rumah orang Jawa sebagai tempat ngobrol dan bersosialisasi. Dalam konsep modern, ini dikenal sebagai third place atau tempat ketiga—sebuah ruang singgah yang nyaman selain di rumah dan tempat kerja,” ujar Budi.
Budi menambahkan, ide ini muncul setelah melihat fenomena banyaknya pekerja atau masyarakat yang tidak langsung pulang ke rumah usai beraktivitas seharian. Mereka kerap mencari tempat singgah sementara untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali ke keluarga.
Sebagai ruang publik terbuka yang inklusif, Badhugku nantinya dapat diakses oleh siapa saja. Rencananya, area ini akan beroperasi mulai pagi hari hingga pukul 22.00 WIB.
Baca Juga: Kelulusan SMP di Gresik Diumumkan Besok, Dispendik Imbau Siswa Tak Konvoi dan Corat-Coret Seragam
Untuk mendukung kegiatan membaca di area terbuka tersebut, Dispusip akan menyiagakan armada khusus di lokasi.
“Siapa pun bisa datang dan duduk santai. Kami akan menyiapkan mobil perpustakaan keliling yang diparkir menetap di lokasi. Buku-bukunya tinggal dibuka dan bebas dibaca di tempat,” jelasnya.
Menariknya, Dispusip sengaja tidak menyediakan kedai kopi atau fasilitas kuliner komersial di area ini. Pihaknya hanya akan menyediakan dispenser air minum gratis agar esensi utama tempat ini tidak bergeser.
Baca Juga: Video Diduga Aksi Mesum Sejoli di GOR Sidayu Viral, Polisi dan Satpol PP Gresik Turun Tangan
“Kami ingin tempat ini tetap fokus untuk membaca dan bersantai. Jadi kalau pengunjung ingin minum, bisa memanfaatkan dispenser yang ada atau membawa bekal sendiri dari rumah,” imbuh Budi.
Saat ini, halaman kantor Dispusip Gresik tengah masuk dalam tahap renovasi dan penataan ulang. Kawasan tersebut nantinya bakal disulap menjadi lebih estetis dengan area parkir yang tertata, sistem pencahayaan yang terang saat malam hari, serta akses yang lebih ramah bagi pengunjung.
Tak hanya membaca di tempat, Dispusip juga memberikan kemudahan bagi warga yang ingin membawa pulang buku bacaan. Sistem keanggotaan perpustakaan kini tengah dikembangkan ke arah digital berbasis kode respons cepat (QR Code).
"Kami sedang mematangkan sistem yang ringkas. Masyarakat cukup memindai barcode, mengisi data diri dan nomor telepon, lalu otomatis terdaftar sebagai anggota perpustakaan. Setelah itu, mereka bisa langsung meminjam buku untuk dibawa pulang," pungkas Budi.
Melalui program Badhugku, Dispusip Gresik berharap budaya literasi dapat melekat erat dengan gaya hidup masyarakat modern, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang sehat dan edukatif bagi seluruh warga Gresik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah