Antisipasi Banjir dan Laka Air, DPRD Gresik Tekankan Pentingnya Mitigasi serta Water Rescue

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 21:44 WIB
TANGGAP: Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi dan Kepala Disdamkarla Kabupaten Gresik Suyono saat menghadiri sosialisasi penanganan bencana air atau water rescue. (Ist/Radar Gresik)
TANGGAP: Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi dan Kepala Disdamkarla Kabupaten Gresik Suyono saat menghadiri sosialisasi penanganan bencana air atau water rescue. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menggelar sosialisasi mengenai pentingnya mitigasi dan penanganan bencana air atau water rescue.

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kedaruratan ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kantor Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyatakan bahwa kegiatan ini digelar bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarla) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Pria Paruh Baya Tewas Diduga Diseruduk Sapi Kurban yang Lepas di Kampung Arab

Sinergi ini dirasa krusial untuk memperkuat kesiapan petugas dan masyarakat dalam menghadapi bencana yang kerap melanda wilayah Gresik, seperti banjir dan kecelakaan di perairan.

“Di Kabupaten Gresik sering terjadi bencana akibat banjir, termasuk kejadian warga tercebur sumur, jatuh ke sungai, hingga kecelakaan kendaraan di area perairan. Karena itu, perlu ada mitigasi dan kesiapsiagaan yang matang,” kata Hamdi, Selasa (26/5).

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PKB ini menjelaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada proses evakuasi sesaat, melainkan harus menyentuh langkah mitigasi jangka panjang.

Baca Juga: Sambut Idul Adha, BKMS dan Tenant JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing untuk Masyarakat Gresik

Beberapa strategi yang dinilai mendesak antara lain normalisasi dan pengerukan sungai, reboisasi, pembangunan daerah resapan air, hingga penataan ruang pada zonasi kawasan rawan banjir.

Hamdi mencontohkan wilayah Kecamatan Menganti yang selama ini menjadi salah satu daerah langganan banjir. Menurutnya, pemahaman masyarakat dan petugas di wilayah tersebut kini harus terus dipompa, mulai dari langkah penanganan awal hingga pascabencana.

Dalam implementasi di lapangan, BPBD dan Disdamkarla memegang peranan vital. Mulai dari menggelar simulasi evakuasi, bersiaga di titik rawan, hingga memastikan ketersediaan logistik dan peralatan mutakhir seperti pelampung, perahu karet, tali, serta alat apung lainnya.

Baca Juga: Lepas dan Stres Berat, Sapi Kurban di Manyar Gresik Mengamuk

Hamdi juga mengingatkan aspek paling mendasar dalam operasi penyelamatan, yakni standar keselamatan bagi para petugas itu sendiri. Petugas di lapangan wajib memahami metode penyelamatan air yang aman seperti prinsip reach, throw, row, go (jangkau, lempar, dayung, pergi).

“Jangan sampai kita menolong malah kita yang ditolong. Jangan bertindak jika membahayakan diri sendiri,” tegas Hamdi mengingatkan pentingnya kajian cepat sebelum mengeksekusi evakuasi.

Di sisi lain, ia juga menyoroti penanganan pascabencana yang meliputi penyaluran bantuan logistik, perbaikan fasilitas umum, pemulihan kondisi ekonomi masyarakat, hingga program trauma healing. Guna mewujudkan Gresik yang tangguh bencana, Hamdi mendesak dukungan anggaran yang proporsional bagi pemenuhan fasilitas penunjang petugas.

Baca Juga: Jatuh Terluka di Sawah Menganti, Damkarla Gresik Evakuasi Elang Jawa Langka

“Pemerintah juga harus memperhatikan kesiapsiagaan personel dan dukungan anggaran, karena selama ini masih ada keterbatasan peralatan dan daya dukung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdamkarla Kabupaten Gresik, Suyono, menyambut baik penguatan kapasitas ini. Ia menegaskan bahwa dalam manajemen tanggap darurat, kesiapan personel dan performa alat utama sistem penyelamatan adalah harga mati.

“Maka kami berharap dengan kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Disdamkarla Gresik akan selalu siap dan siaga agar proses penyelamatan berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran,” pungkas Suyono. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Disparekrafbudpora gresik rescue dprd Damkar