RADAR GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memberikan teguran keras sekaligus arahan strategis terkait pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa CSR bukanlah sekadar kegiatan amal atau charity, melainkan kewajiban hukum yang harus berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pembukaan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi CSR SIGAP (Sosial Industri Gerakan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) di Kantor Bupati Gresik, Rabu (22/4), pria yang akrab disapa Gus Yani ini meminta dunia usaha mengubah pola pikir terkait bantuan sosial.
“CSR itu bukan charity, bukan belas kasih. CSR adalah tanggung jawab sosial yang diatur oleh undang-undang. Perspektif ini harus disamakan antara pemerintah dan pelaku industri,” tegas Gus Yani di Ruang Rapat Argolengis.
Menurutnya, pembangunan Kabupaten Gresik yang memiliki basis industri besar tidak akan optimal jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Kolaborasi aktif dan dukungan dari sektor swasta menjadi kunci percepatan pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Bupati mendorong agar dana CSR tidak lagi disalurkan secara serampangan, melainkan diarahkan pada isu strategis. Fokus utama yang ditekankan adalah penanganan sampah plastik serta perlindungan bagi perempuan dan anak.
Baca Juga: Manjakan Jamaah Haji Lansia, Pemkab Gresik Fasilitasi Kursi Roda dan Paket Kesehatan Gratis
Gus Yani membeberkan fakta lapangan mengenai tingginya tantangan sosial, seperti kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), anak putus sekolah, hingga nasib anak-anak pekerja migran yang berisiko kehilangan identitas legal.
“Masalah sosial ini nyata di depan mata kita. Kita butuh industri hadir bukan dalam bentuk uang tunai ke kas daerah, tapi dalam bentuk program nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh para korban dan masyarakat rentan,” imbuhnya.
Senada dengan Bupati, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa program CSR SIGAP bertujuan untuk menggandeng 35 perusahaan awal agar lebih responsif gender dan ramah anak.
Baca Juga: Tingkatkan Derajat Kesehatan, Pemkab Gresik Gencarkan Edukasi Olahraga Jantung
“Kami ingin membangun komitmen agar dunia usaha tidak hanya terlibat secara simbolik. Kami butuh peran aktif yang terukur agar upaya perlindungan perempuan dan anak di Gresik berjalan berkelanjutan,” jelas Titik.
Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan bahwa keberlangsungan industri sangat bergantung pada kondusivitas daerah. Jika masyarakat sejahtera dan lingkungan terjaga, maka industri akan tumbuh sehat.
“Tidak ada industri yang bisa tumbuh di daerah yang gagal. Karena masyarakat Gresik sudah sangat mendukung iklim industri, maka industri wajib hadir memberi manfaat nyata bagi mereka,” pungkas Gus Yani. (han)
Editor : Hany Akasah