Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Refleksi Hari Kartini, Lia Istifhama: Perempuan Harus Kuasai Ruang Digital, Bukan Sekadar Bersuara

Hany Akasah • Senin, 20 April 2026 | 14:12 WIB
INSPIRATIF : Anggota DPD RI Lia Istifhama menekankan bahwa perempuan masa kini harus lebih dari sekadar hadir di media sosial. Di era digital 2026, perempuan harus berani menjadi pemimpin, pengambil keputusan, dan pemberi solusi. (IST/ RADAR GRESIK)
INSPIRATIF : Anggota DPD RI Lia Istifhama menekankan bahwa perempuan masa kini harus lebih dari sekadar hadir di media sosial. Di era digital 2026, perempuan harus berani menjadi pemimpin, pengambil keputusan, dan pemberi solusi. (IST/ RADAR GRESIK)
RADAR GRESIK  – Momentum Hari Kartini 2026 menjadi ajang refleksi penting tentang peran perempuan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa perempuan masa kini harus mampu menguasai ruang digital, bukan hanya sekadar hadir dan bersuara.

Hal itu disampaikan Lia Istifhama dalam dialog aspirasi bertema “Kartini Digital: Menguasai Ruang Bukan Sekadar Bersuara” yang digelar di Surabaya.

Menurutnya, semangat Kartini saat ini perlu diterjemahkan dalam bentuk keberanian perempuan untuk mengambil peran strategis di berbagai bidang, termasuk teknologi, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga kebijakan publik.

“Perempuan hari ini tidak cukup hanya aktif di media sosial. Lebih dari itu, perempuan harus menjadi penggerak, pembuat solusi, dan pengambil keputusan di ruang digital,” ujar Lia.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai ruang digital kini menjadi medan baru perjuangan perempuan. Di dalamnya terdapat peluang besar untuk mengembangkan usaha, membangun jejaring, memperluas edukasi, serta menyuarakan aspirasi masyarakat secara lebih luas.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital agar perempuan tidak mudah terjebak hoaks, kekerasan verbal, maupun eksploitasi di dunia maya.

Baca Juga: Borong Dua Penghargaan Bergengsi, Lia Istifhama Buktikan Konsistensi Kawal Aspirasi Rakyat

“Penguasaan teknologi harus dibarengi kecerdasan, etika, dan keberanian. Dengan begitu perempuan Indonesia bisa menjadi Kartini masa kini yang memberi dampak nyata,” tegasnya.

Lia juga mendorong agar pemerintah terus memperluas akses pendidikan dan pelatihan digital bagi perempuan, terutama di daerah-daerah. Menurutnya, pemerataan kemampuan digital akan membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi dan aktif dalam pembangunan bangsa.

Peringatan Hari Kartini 2026 ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan emansipasi belum selesai. Kini, tantangannya bukan lagi soal membuka pintu pendidikan, tetapi memastikan perempuan mampu menjadi pemimpin di era transformasi digital. (han)

Editor : Hany Akasah
#aspirasi #kartini #digital #Lia Istifhama #PEREMPUAN