Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Perkuat Ekosistem Halal, Lia Istifhama Dukung Inisiasi RPH Halal Provinsi Jatim

Hany Akasah • Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB
DUKUNG : Senator Jatim, Lia Istifhama, menekankan pentingnya RPH Halal sebagai fondasi ketahanan pangan. (IST/RADAR GRESIK)
DUKUNG : Senator Jatim, Lia Istifhama, menekankan pentingnya RPH Halal sebagai fondasi ketahanan pangan. (IST/RADAR GRESIK)

 

RADAR GRESIK - Dukungan terhadap rencana pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Halal tingkat provinsi yang diinisiasi oleh PT Jatim Grha Utama (JGU) terus mengalir. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menilai langkah tersebut sebagai strategi jitu dalam memperkuat ekosistem industri halal sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur.

Menurut srikandi senayan yang akrab disapa Ning Lia ini, keberadaan RPH Halal di level provinsi sudah menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, selama ini fasilitas serupa masih didominasi oleh pemerintah kabupaten/kota maupun pihak swasta dengan jangkauan terbatas.

"Dengan adanya fasilitas di level provinsi, layanan diharapkan mampu menjangkau area yang lebih luas hingga lintas daerah secara terintegrasi," ujar Ning Lia, Rabu (15/4/2026).

Lia menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan amanat regulasi, yakni UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang diperbarui melalui PP Nomor 42 Tahun 2024. Regulasi tersebut mewajibkan seluruh produk makanan, minuman, hasil sembelihan, serta jasa penyembelihan bersertifikat halal paling lambat Oktober 2026.

Baca Juga: Rapat Bareng Fadli Zon, Lia Istifhama Sebut Kebudayaan Adalah 'Engine of Growth' Bangsa

"Jaminan halal harus terwujud dari hulu sampai hilir, dimulai dari proses penyembelihan. Mengingat mayoritas masyarakat Jawa Timur adalah muslim, kepastian halal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama," tegas Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut.

Ia juga menyoroti peran vital Jawa Timur sebagai tulang punggung pasokan daging nasional. Dengan kontribusi suplai daging sapi mencapai lebih dari 20 persen kebutuhan nasional, Jatim memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pangan.

Meskipun produksi sempat fluktuatif, angka produksi daging sapi di Jatim pernah melampaui 100 ribu ton pada periode 2021–2022. Selain itu, konsumsi masyarakat yang didominasi ayam ras pedaging juga menunjukkan tren surplus produksi yang signifikan.

"Potensi raksasa ini wajib didukung oleh fasilitas RPH Halal yang modern. Tujuannya agar kualitas, higienitas, serta kelancaran distribusi daging tetap terjaga dengan standar yang tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut, Lia menambahkan bahwa RPH Halal provinsi akan membawa dampak positif pada sisi ekonomi. Keberadaannya diyakini mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, menekan angka kehilangan pascapanen (post-harvest losses), menjaga stabilitas rantai dingin (cold chain), hingga menstabilkan harga di tingkat konsumen.

"Langkah pembangunan ini bukan sekadar fisik bangunan, melainkan bagian dari penguatan ekosistem halal dan kedaulatan pangan Jawa Timur secara menyeluruh," pungkasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#Kedaulatan Pangan #jatim #Rumah Potong Hewan #Halal #Lia Istifhama