RADAR GRESIK – Polemik dugaan Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) palsu yang mencatut nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kian memanas.
DPRD Kabupaten Gresik mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya guna memutus rantai mafia rekrutmen abdi negara.
Anggota DPRD Gresik dari Fraksi Gerindra, Ricke Mayumi, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas fenomena ini. Ia menilai, keberanian belasan orang mendatangi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara serentak dengan atribut lengkap menunjukkan adanya koordinasi yang sistematis dari para pelaku.
Baca Juga: SK ASN Palsu Seret Dua Nama Kepala Dinas, Pemkab Gresik Resmi Lapor Polisi
"Ini adalah fenomena yang sangat ironis dan memprihatinkan. Bagaimana mungkin belasan orang secara bersamaan datang mengenakan seragam dengan membawa SK palsu? Ini menunjukkan adanya jaringan yang bermain dengan sangat rapi," tegas Ricke, Sabtu (11/4).
Ricke mendesak Pemkab Gresik dan kepolisian segera mengidentifikasi serta menangkap aktor intelektual di balik terbitnya belasan SK palsu tersebut. Menurutnya, insiden ini bukan sekadar penipuan materiil biasa, melainkan tamparan keras yang mencederai kredibilitas sistem birokrasi di Gresik.
Ia juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tidak setengah hati dalam menyikapi kasus ini. Penindakan tegas dinilai perlu sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Baca Juga: Polres Gresik Selidiki Skandal SK ASN Palsu, Korban Sempat Masuk Kerja dan Ikut Apel
Selain mendorong proses hukum, Ricke mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur iming-iming oknum yang menjanjikan kelulusan ASN melalui "jalur belakang" atau jalur ilegal.
"Masyarakat harus lebih cerdas. Jika ada tawaran atau informasi yang meragukan, jangan langsung percaya. Segera tanyakan dan konsultasikan dengan aparatur pemerintah terdekat, seperti Lurah atau Kepala Desa, untuk memastikan kebenarannya," imbau Ricke.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, skandal ini terbongkar setelah sedikitnya 14 orang mendatangi Bagian Prokopim, Bagian Umum, hingga sejumlah kantor kecamatan pada Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Puluhan Orang Tertipu SK PNS Palsu di Gresik, Korban Datang Berseragam Lengkap ke Kantor Bupati
Mereka hadir dengan dokumen SK pengangkatan PNS dan PPPK tahun 2024 yang tampak meyakinkan.
Namun, setelah diverifikasi oleh petugas, dokumen-dokumen tersebut dipastikan palsu. Salah satu bukti fisik yang paling mencolok adalah tanda tangan pejabat berwenang yang tercantum tidak sesuai dengan spesimen aslinya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, memastikan bahwa timnya sedang melakukan investigasi mendalam untuk melengkapi data sebelum diserahkan sepenuhnya ke pihak berwajib.
Baca Juga: Skandal SK PNS Palsu Mencuat, Komisi I DPRD Gresik Desak BKPSDM Usut Tuntas
"Iya, segera kami tindak lanjuti secara serius," pungkas Agung singkat. (jar/han)
Editor : Hany Akasah