RADAR GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menggelar rapat paripurna dengan agenda utama penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun anggaran 2025.
Laporan tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di hadapan jajaran legislatif.
Membuka sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan pasca-Ramadan guna meningkatkan kinerja pemerintahan.
Baca Juga: Efisiensi Energi Jadi Prioritas Utama, Pemkab Gresik Terapkan WFH Mulai Besok
"Semoga nilai-nilai Ramadan menjadi landasan dalam mewujudkan Gresik yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur," ungkap Gus Yani.
Dalam paparan LKPJ, Gus Yani menjelaskan bahwa laporan ini merupakan bentuk akuntabilitas kepala daerah atas penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran. Sektor keuangan Pemkab Gresik menunjukkan performa yang cukup solid.
Target pendapatan daerah sebesar Rp3,86 triliun berhasil terealisasi sebesar Rp3,80 triliun atau mencapai 98,58 persen. Secara rinci, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyentuh angka Rp1,47 triliun (94,08 persen), sementara pendapatan transfer justru melampaui target dengan capaian hingga 101,6 persen.
Baca Juga: Waspada Penularan Campak di Gresik: Dinkes Catat 65 Kasus Suspek, Imunisasi Lengkap Jadi Kunci Utama
Di sisi belanja daerah, realisasi tercatat sebesar Rp3,44 triliun atau 87,33 persen dari target. Rincian serapan belanja tersebut meliputi belanja operasi sebanyak 90,01 persen, belanja modal sebanyak 60,61 persen, belanja transfer sebanyak 96,78 persen, serta belanja tidak terduga sebanyak 3,14 persen
Tak hanya soal angka keuangan, Bupati juga membedah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gresik tahun 2025 yang berada di angka 79,69. Indikator lainnya seperti Indeks Pembangunan Gender (92,01) dan Indeks Kesalehan Sosial (81,10) juga dilaporkan berhasil memenuhi target.
Sektor ekonomi Gresik mencatat pertumbuhan sebesar 4,91 persen. Gus Yani menyoroti kontribusi sektor manufaktur, rasio ekspor bersih, dan efisiensi investasi yang menunjukkan angka melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.
Baca Juga: Perkuat Sinergitas Pasca Lebaran, Forkopimda Gresik Gelar Halalbihalal di Kantor DPRD
Indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Angka kemiskinan berhasil ditekan ke level 9,95 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,47 persen.
"Semakin rendah angka tersebut, maka kondisi masyarakat semakin baik. Ini menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan," tegasnya.
Di bidang tata kelola, Pemkab Gresik meraih nilai Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 88,01 dengan kategori A (Sangat Baik). Capaian ini disebut Gus Yani selaras dengan visi pembangunan Gresik 2025-2029 untuk mewujudkan daerah yang maju dan berkelanjutan.
Baca Juga: Isu BBM Naik 1 April Bikin Warga Gresik Panik, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi
Menutup penyampaiannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
"Gresik akan terus berbenah melalui semangat Nawakarsa Jilid II. Mari kita bersama-sama mengurai permasalahan dan menghadirkan kebijakan yang mampu mensejahterakan masyarakat," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah