RADAR GRESIK – Pemerintah terus mengakselerasi program bongkar ratoon dengan target signifikan 75 ribu hektare tebu di wilayah Jawa Timur (Jatim).
Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memaksimalkan produksi tebu dan mencapai tujuan swasembada gula nasional.
Di Kabupaten Gresik sendiri, usulan alokasi program ini ditargetkan mencapai 31 hektar hingga akhir tahun 2025.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyatakan bahwa usulan dari Kabupaten Gresik akan diperluas secara signifikan.
"Jadi diharapkan, kalau tahun ini bisa terlaksana dengan baik. Maka tahun depan bisa lebih luas lagi, mencapai 350 hektar di tahun 2026," ujar Kuntoro saat rapat koordinasi di Kantor Bupati Gresik.
Peningkatan Produktivitas Lewat Peremajaan Tanaman
Menurut Kuntoro, kondisi tanaman tebu di Gresik secara umum sudah berada di atas lima kali tebang atau lima tahun, sehingga sangat tepat untuk dilakukan bongkar ratoon.
Bongkar ratoon adalah proses membongkar tanaman tebu yang sudah tiga kali kepras/panen karena produktivitasnya telah menurun, yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman benih baru.
"Jadi kalau pertanaman baru produktivitasnya nanti akan kembali lagi tinggi. Karena setelah umur 3 atau 4 tahun itu, biasanya produktivitasnya akan turun sekitar 20-30 persen,” jelasnya.
Bantuan dan Target Swasembada
Dalam program bongkar ratoon Area Pelayanan Terpadu (APT) Kementerian Pertanian ini, para petani akan memperoleh bantuan 60 ribu mata tunas tebu per hektar, ditambah 40 hari ongkos kerja (HOK) per hektar.
Baca Juga: Tuntut Hak Gaji dan Katering, Pemuda Ujungpangkah Desak DPRD Gresik Panggil Rekanan Perusahaan Migas
Kementerian Pertanian memiliki target ambisius melalui peningkatan produksi ini. "Kita ingin mencapai target 3 juta ton gula konsumsi tahun ini untuk swasembada gula,” tegas Kuntoro.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, menyatakan dukungan penuhnya.
Ia menyebut pelaksanaan di lapangan akan dimulai pada akhir November 2025, sambil menunggu dropping mata tunas tebu dari Kementerian Pertanian. (jar/han)
Editor : Hany Akasah