RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk membahas Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026.
Kegiatan ini bertema Percepatan Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Didukung Tata Kelola Pemerintah yang Adaptif dilaksanakan di ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Selasa, (11/2).
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam penyusunan RKPD, agar kebijakan yang dihasilkan dapat benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“PR kita adalah memastikan program yang telah disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik dalam bidang sosial maupun infrastruktur. Semoga forum ini menjadi wadah musyawarah mufakat yang menghasilkan kebijakan yang diterima oleh seluruh pihak dengan satu tujuan utama untuk kesejahteraan masyarakat Gresik,” tambah Gus Yani sapaan Fandi Akhmad Yani.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik menyoroti pentingnya perumusan kebijakan belanja yang efisien dan tepat sasaran.
"Saya berharap RKPD 2026 dapat menjadi pedoman pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan efisien, sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anggaran negara digunakan secara maksimal," ungkapnya.
Gus Yani menegaskan bahwa efisiensi dan efektivitas anggaran merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, Kabupaten Gresik memiliki 9 prioritas pembangunan yang mendukung kebijakan Nasional, termasuk Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto.
Kesembilan prioritas tersebut adalah Pengentasan Kemiskinan Inklusif: Mengurangi kemiskinan dengan pendekatan yang inklusif, partisipatif, dan bersasaran. Kemudian, Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Peningkatan Fiskal Daerah dengan mendorong kemudahan dan ketepatan pelayanan investasi untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Pengembangan Ekowisata, Budaya, dan Industri Ramah Lingkungan dengan memajukan ekowisata dan industri ramah lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Peningkatan Kualitas Pendidikan dengan memperluas aksesibilitas layanan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan meningkatkan pelayanan kesehatan yang inklusif, ramah anak, dan responsif terhadap gender. Pembangunan Infrastruktur Tangguh dan Berkelanjutan dengan membangun infrastruktur yang tahan bencana dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Penguatan Keluhuran Budaya Berbasis Kearifan Lokal Gresik yang Agamis: Menghargai dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Peningkatan Kesejahteraan Sektor Agropolitan dan Minapolitan dengan mengembangkan kawasan agropolitan dan minapolitan untuk kesejahteraan petani dan nelayan.
Penguatan Reformasi Birokrasi dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan pendekatan inklusif dan responsif gender, serta mengembangkan sistem pemerintahan berbasis satu data pembangunan.
“Dengan dukungan penuh terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, semua prioritas pembangunan ini dapat tercapai secara optimal untuk mewujudkan Kabupaten Gresik yang lebih maju dan sejahtera di tahun 2026,” pungkasnya.
Sementara itu, Perwakilan PC Fatayat NU Gresik Umi Hanik menyampaikan meski adanya efesiensi Pemkab Gresik harus tetap melakukan pemberdayaan dan melakukan mitigasi terhadap bahaya radikalisme yang diprediksi berkembang di Gresik. (han)
Editor : Hany Akasah