Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Demi Gresik Zero Waste, Anggota DPRD Ingin Kolaborasi dengan Media

Hany Akasah • Sabtu, 13 Mei 2023 | 02:29 WIB
TUNTUTAN : Keempat terdakwa kasus dugaan tindak pidana penistaan agama dituntut satu tahun penjara saat jalani sidang secara virtual di PN Gresik. (Yudhi/Radar Gresik )
TUNTUTAN : Keempat terdakwa kasus dugaan tindak pidana penistaan agama dituntut satu tahun penjara saat jalani sidang secara virtual di PN Gresik. (Yudhi/Radar Gresik )
GRESIK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pemerintah daerah dan seluruh komunitas peduli lingkungan di Kabupaten Gresik komitem dalam mewujudkan Gresik Zero Waste. Anggota DPRD Kabupaten Gresik Abdullah Hamdi mengatakan,  dalam mewujudkan dan menjaga lingkungan ini, bukan saja pekerjaan pemerintah, namun sinergi dan kerjasama semua pihak.

“Semua harus bergerak, pemerihan, tokoh masyarakat, agama, sektor swasta. Semua pihak harus sungguh-sungguh bergerak, sesuai dengan lingkungan komunitasnya dan tanggungjawabnya, dimana dia harus bergerak," tegas Hamdi saat FGD di kantor DLH Gresik, kemarin.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Salah satu cara yang sederhana dan mudah dilakukan dengan cara memilah dan mengelola sampah. Setelah sampah dipisah, bank sampah yang akan bergerak. Ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah sehingga sampah dapat dikelola sebagai sumber daya.

"Sampah ini kalau kita pandai memperlakukannya dengan cara mengelolah dan memilahnya akan menjadi sumber daya. Sampah ini tidak menjadi jijik dan dapat meminimalisir bencana dengan nilai ekonomi yang dapat menghasilkan uang," ajak pria asal Menganti tersebut.

 

Menurutnya, kolaborasi pemangku kepentingan sangat penting untuk menciptakan ekosistem guna ulang yang masif. Perubahan besar-besaran ini membutuhkan keterlibatan dan komitmen semua pemangku kepentingan. “Pemerintah sebagai regulator; produsen, pengecer dan perusahaan lain sebagai sektor bisnis, serta masyarakat sebagai konsumen,” katanya.

Demi mewujudkan Gresik Zero Waste, pihaknya akan mendukung lomba pengelolaan sampah di tahun ini. "Kami usahakan di PAK, semoga lomba zero waste ini ada alokasi anggarannya, nanti bisa kolaborasi dengan media, seperti Radar Gresik" kata Hamdi.

Sementara itu, Pembina Bank Sampah Gemes Siti Fitriah mengatakan, berharap pemerintah bisa membuat program  pengurangan sampah dari asal atau rumah.  “Kemasan makanan, kemasan produk rumah tangga atau peralatan makan sekali pakai masih mencemari lingkungan,” jelasnya.

Meskipun terlihat lebih ekonomis, sampah kemasan sekali pakai sulit untuk didaur ulang, sehingga meningkatkan biaya pengelolaan sampah lokal dan menurunkan kualitas lingkungan bersama.   “Problem sampah makin bertumpuk karena TPS nya di Gresik ini sudah tidak mampu menampung lagi,” kata Fitriah. (rir/han)

 

  Editor : Hany Akasah
#dlh #lingkungan #radar gresik #lomba lingkungan #DPRD GRESIK