Menurut Sentot, pihaknya akan melakukan lelang paling lambat bulan September mendatang dengan catatan relokasi di Jalan Raya Manyar sudah tidak ada penolakan dari masyarakat. "Apabila masih muncul polemik kami belum berani melakukan lelang. Kami tidak mau pekerjaan nanti berhenti ditengah jalan," kata Sentot.
Rencananya, pada tahap awal pihaknya akan melakukan pelebaran jalan sepanjang 1 kilometer. Dari proses lelang sampai dengan pembangunan selesai proyeksinya membutuhkan waktu hingga 8 bulan.
"Kami masih harus melakukan design, studi larap dan penyiapan dokumen. Baru masuk ke tahap lelang," imbuhnya.
Ditargetkan pelebaran jalan Manyar tuntas pada tahun 2023 atau sebelum Smelter PT Freeport beroperasi. Adapun anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp 15 miliar. Meski demikian Sentot mengaku pihaknya sudah menyiapkan beberapa opsi apabila warga Manyar tidak mau direlokasi.
"Untuk prioritas utama memang pelebaran. Namun apabila tidak tercapai mufakat kemungkinan kami akan memilih opsi membangun jalan tol yang akan berada di depan pintu masuk JIIPE. Saat ini progresnya juga sedang berjalan," tandasnya.
Sementara itu, Pemkab Gresik terus menggelar sosialisasi pelebaran Jalan Raya Manyar menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Baca juga : Kumpulkan Perusahaan,Forkopimda Minta Dukungan Pelebaran Jalan Manyar
Salah satu warga pemilik bangunan, Abdullah Syafi'i meminta Bupati Yani untuk meninjau ulang pemilihan lokasi relokasi karena dianggap warga kurang strategis dari lokasi sebelumnya. "Kami minta kebijaksanaan pak bupati untuk meninjau kembali lokasi relokasi," kata Syafi'i. (fir/han) Editor : Hany Akasah