Sekretaris Komisi III Abdullah Hamdi mengaku cukup heran dengan banjir yang berkali-kali melanda wilayah kota. Pasalnya, setiap tahun ada anggaran miliaran rupiah yang dikucurkan untuk membangun saluran. “Tapi kenyataannya, banjir masih saja terus terjadi. Yang terbaru di Pasar Gresik,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Hamdi, pihaknya mendesak Dinas Perkim agar segera membuat grand desain saluran wilayah kota secara menyeluruh. Jadi nanti bisa diketahui kondisi riilnya di lapangan seperti apa. “Mana saja yang perlu diperbaiki, mana saja yang perlu dilebarkan bisa diketahui secara jelas,” ungkap dia.
Dijelaskan, jika nanti ada grand desain, maka bisa dihitung kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan masalah banjir perkotaan. Pihaknya menilai jumlahnya tidak akan terlalu besar karena hanya beberapa spot saja yang salurannya mengecil. “Di wilayah kota masih banyak saluran yang sangat lebar. Hanya beberapa titik mengalami penyempitan. Ini yang harus segera di atasi. Terutama bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai,” terangnya.
Menurut dia, seharusnya pembangunan saluran tidak hanya diprioritaskan di lokasi yang ada trotoarnya saja. Tetapi, prioritasnya tetap di saluran yang bermasalah. “Selama ini, proyek ratusan hingga miliaran rupiah banyak digunakan membangun saluran yang ada di bawah trotoar. Ke depan kami minta dilihat lagi. Mana yang lebih urgen,” terangnya. (rof) Editor : Hany Akasah