RADAR GRESIK - Aksi brutal gerombolan gangster kembali meresahkan warga Gresik. Seorang pemuda bernama Fandi Kurniawan (25) terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban pengeroyokan di sebuah warung kopi (warkop) yang terletak di Jalan Raya Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Dalam insiden mengerikan yang terjadi dini hari tadi, korban mengalami luka bacok serius di lengan tangan kanan dan telepon genggam miliknya dirampas oleh para pelaku.
Tak hanya menyerang pengunjung warkop, gerombolan gangster yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang ini juga melakukan teror di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo. Mereka dengan brutal melempari rumah-rumah warga menggunakan batu, mengakibatkan seorang perempuan terluka akibat terkena lemparan batu dan serpihan kaca rumah yang pecah.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Fandi Kurniawan. Peristiwa nahas itu bermula ketika korban sedang bersantai di sebuah warung kopi dekat rumahnya, Sabtu (19/4) sekitar pukul 02.15 WIB.
Tiba-tiba, datanglah rombongan pemuda yang diduga kuat adalah anggota gangster, berjumlah sekitar 20 orang, datang dari arah timur. Tanpa alasan yang jelas, mereka langsung melempari warung kopi dengan batu cor yang keras, kemudian menyerbu masuk dan mengacak-acak seluruh isi warung.
Situasi panik seketika pecah. Pemilik dan para pengunjung warung kopi berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri. Namun, salah seorang pelaku dengan cepat merampas telepon genggam milik Fandi Kurniawan.
Tragisnya, saat korban berusaha merebut kembali handphone miliknya, pelaku lain langsung membacok lengan kiri korban menggunakan senjata tajam jenis celurit. Korban pun langsung bersimbah darah di lokasi kejadian sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan medis.
“Korban mengalami luka yang cukup parah akibat sabetan senjata tajam jenis celurit,” ujar Kompol Musihram kepada awak media, Minggu (20/4).
Kompol Musihram menegaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para pelaku yang terlibat dalam aksi brutal ini. Langkah-langkah yang diambil meliputi mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang melihat kejadian, serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.
“Korban pertama kali dilarikan ke Puskesmas Driyorejo untuk mendapatkan pertolongan awal, namun karena luka yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RS Petrokimia Gresik Driyorejo guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” pungkas Kompol Musihram. (yud/han)
Editor : Hany Akasah