RADAR GRESIK - Sebuah insiden tragis terjadi di Waduk Desa Gedangkulut, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, pada Sabtu (1/2), sekitar pukul 16.30 WIB.
Empat orang anak tenggelam saat mancing di waduk tersebut. Diduga, saat menaiki getek (perahu bambu), perahu yang digunakan terbalik dan menyebabkan mereka jatuh ke dalam air.
Hingga saat ini, dua dari empat anak yang terlibat dalam insiden tersebut berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih hilang dan belum ditemukan. Kedua anak yang selamat adalah Adam dan Yoga. Keduanya kini mendapatkan perawatan di RSUD Ibnusina Gresik.
Adapun dua anak yang masih dalam pencarian adalah Putra dan Denis. Keempat anak tersebut diketahui berasal dari Dusun Sawahan, Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme, Gresik, dan masih berstatus pelajar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa keempat anak tersebut sedang mancing dengan menggunakan perahu bambu di waduk. Tak lama setelah itu, perahu yang mereka tumpangi terbalik, menyebabkan mereka jatuh dan tenggelam. Sejak kejadian tersebut, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Duduksampeyan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, serta warga setempat masih berusaha mencari dua korban yang hilang.
Kepala BPBD Gresik, Sukardi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengonfirmasi bahwa pencarian masih berlangsung. "Kami terus melakukan pencarian dua korban yang masih hilang dengan menggunakan perahu karet, bekerja sama dengan warga dan Forkopimcam Duduksampeyan," jelas Miko, Sabtu (1/2).
Miko menambahkan menurut informasi dari warga setempat, keempat anak tersebut sedang mancing di waduk, dan semuanya berasal dari Dusun Sawahan, Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme, Gresik.
"Dua anak berhasil selamat dan mendapatkan perawatan medis, sementara dua lainnya masih dalam pencarian," tambahnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Duduksampeyan, Aipda Hari Wartono, juga mengonfirmasi kejadian tersebut. "Kami masih berada di lokasi bersama BPBD Gresik untuk terus mencari dua korban yang hilang," ujar Aipda Hari.
Pencarian di sekitar lokasi kejadian masih dilakukan oleh tim gabungan, dan warga setempat juga ikut membantu dalam usaha menemukan kedua korban yang masih belum ditemukan.
Insiden ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan. Meski hanya bermaksud mancing, kecelakaan seperti ini bisa terjadi dengan cepat, terutama jika menggunakan perahu bambu yang kurang stabil.
Baca Juga: Rutan Gresik Teken Pakta Integritas Wujudkan Layanan Prima Bagi Warga Binaan
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama dengan menggunakan alat yang tidak memadai.
“Pencarian terhadap Putra dan Denis yang masih hilang ini diharapkan segera membuahkan hasil. BPBD Gresik dan tim gabungan akan terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian hingga kedua korban ditemukan,” jelasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah