RADAR GRESIK - Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Pertanian (Dispertan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mewujudkan program Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menjaga ketahanan pangan. Yakni dengan meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi untuk menggenjot produktivitas pertanian.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Kepala mengatakan untuk intensifikasi dilakukan berbagai program pendampingan. Mulai gerakan tanam padi jajar legowo, pemupukan berimbang, pemilihan benih unggul hingga pengendalian organisasi pengganggu tanaman (OPT) menggunakan teknologi terkini baik sensor maupun drone.
"Dengan adanya berbagai program intensifikasi ini, diharapkan bisa meningkatkan jumlah produksi hasil pertanian," ujarnya.
Sementara itu, Dispertan Kabupaten Gresik Eko Anandito Putro mengatakan, ada ekstensifikasi Dispertan Gresik terus meningkatkan sarana irigasi perpompaan, pompanisasi hingga irigasi perpipaan. Terbaru program irigasi pipanisasi yang dilaksanakan di Pulau Bawean adalah kerja sama antara Pemkab Gresik melalui Dinas Pertanian dan TNI Angkatan Darat dalam hal ini Kodim 0817/Gresik.
Kegiatan ini dilaksanakan di 12 desa yaitu 6 desa di Kecamatan Sangkapura dan 6 desa di Kecamatan Tambak. Dengan memanfaatkan 12 titik lokasi sumber air yang berasal dari mata air, sungai dan air tanah.
Pipanisasi sepanjang 33.212 meter beserta pendukungnya termasuk bangunan sadap dan bak penampung diharapkan dapat mengairi lahan sawah seluas 646 hektar. "Dengan berbagai program ekstensifikasi ini diharapkan bisa meningkatkan luas tanam. Dari yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali bisa menjadi dua hingga tiga kali setahun," terangnya.
Semua program intensifikasi dan ektensifikasi ini terdata dalam aplikasi Go Tani yang merupakan salah satu program Nawa Karsa Gresik Agropolitan. Aplikasi Go Tani dibuat untuk mendukung pendataan penerima bantuan pertanian.
Untuk jumlah Gapoktan/kelompok tani yang menerima manfaat dari target sebanyak 1.078 kelompok di tahun 2025 saat ini telah terlampaui. Sebab saat ini sudah ada 1.334 kelompok tani yang tmenjadi penerima manfaat program Go Tani sejak tahun 2021 hingga 2023.
Dari sisi jumlah lahan terfasilitasi sarana dan prasarana pertanian dari program Go Tani, dari target 25 ribu hektar di tahun 2025, hingga Desember 2023 kemarin hampir tercapai sepenuhnya dengan jumlah luas lahan terfasilitasi seluas 24.257 hektar.
Berkat berbagai program ini produktivitas pertanian di Kabupaten Gresik terus mengalami peningkatan. Misalnya komoditas padi. Pada tahun 2022 produksinya sekitar 422.680 ton dan meningkat pada tahun 2023 sebesar 422.686 ton.
"Adanya pipanisasi di Bawean kami optimis produksi padi tahun 2024 akan mengalami peningkatan lebih besar lagi," pungkasnya.
Ia menambahkan, saat ini Dispertan Gresik sedang berupaya untuk menggandeng pihak ketiga menyiapkan pasar bagi para petani Gresik.
Sebelumnya, pihaknya telah melakukan pemetaan lahan yang bisa ditanami komoditas pertanian yang dibutuhkan pasar. "Nanti sebelum petani menanam sudah ada MoU dengan pihak ketiga yang siap membeli hasil panennya," kata dia.
Harapannya, para petani tidak merugi karena harga jual yang rendah atau bahkan tidak laku. "Kami masih terus berkomunikasi dengan berbagai pihak yang konsen disektor pertanian untuk sama-sama membangun pasar bagi para petani Gresik," imbuhnya. (*/rof/han)
Editor : Hany Akasah