Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Oknum PNS SMAN 1 Cerme, Pelaku Kasus Penghentian Ibadah Umat Kristen Gresik Terkenal Sosok Cerawak dan Seru

Hany Akasah • Jumat, 17 Mei 2024 | 19:27 WIB
TAK BISA TIDUR: Guru PNS SMAN 1 Cerme Gresik ini disorot usai menghentikan ibadah umat Kristen di samping rumahnya, Rabu (8/5/2024)
TAK BISA TIDUR: Guru PNS SMAN 1 Cerme Gresik ini disorot usai menghentikan ibadah umat Kristen di samping rumahnya, Rabu (8/5/2024)

RADAR GRESIK-Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur wilayah Kabupaten Gresik akhirnya memanggil Yayik Susilawati, PNS SMAN 1 Cerme Gresik yang terlibat kasus intoleransi. Staf Tata Usaha (TU) yang terlibat sebagai pelaku intoleransi di Perumahan Cerme Indah (PCI) Gresik itu akhirnya dirumahkan.

Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur (Jatim) memberikan hukuman kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), Yayik Susilawati, pelaku yang membubarkan ibadah umat Kristen di Kabupaten Gresik. 

Perempuan yang juga instruktur zumba itu diskorsing (dirumahkan) hingga terancam dimutasi sehingga tidak lagi bekerja di SMAN 1 Cerme.

Kepala SMAN 1 Cerme Indah Nusa Rini menyampaikan Yayik tercatat sebagai tenaga administrasi tata usaha di sekolah telah dilakukan pembinaan oleh Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Kabupaten Gresik.

"Sudah dipanggil dan dilakukan pembinaan kepada yang bersangkutan," kata Kepala SMAN 1 Cerme, Indah Nusa Rini.

Setelah dilakukan pembinaan oleh sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, Indah menyatakan jika yang bersangkutan telah dirumahkan dari sekolah.

"Untuk kondusifnya di sekolahan, mulai hari ini dirumahkan. Sampai menunggu keadaan kondusif sehingga yang bersangkutan tidak lagi beraktivitas di sekolah," ujarnya.

Pihak sekolah sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh Yayik. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tak pantas dilakukan, apalagi sekarang PNS.

Dia pun kaget ketika melihat video yang beredar. Potongan video itu memperlihatkan anak buahnya adu mulut dengan jemaat Kristen yang tak lain tetangganya sendiri. 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik Kiswanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada Yayik Susilowati. "Sudah kami panggil," kata Kiswanto.

Sebagian masyarakat terutama ibu-ibu di Gresik sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan Yayik Susilowati.

Yayik terkenal sebagai seorang instruktur aerobik profesional.

"Orangnya cerawak (ramai dan ceplas ceplos,red). Sering kami panggil ke desa," kata Indah, Kades Glindah Kedamean.

Kepala Dinas KB Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KBP3) dr Titik Ernawati mengaku, sosok Yayik terkenal sebagai perempuan berdaya dan aktif. Perempuan punya kompetensi yang cukup banyak. 

"Orangnya cerawak (ramai,red) dan seru banget. Memang ceplas ceplos. Mungkin ada masalah, dan diungkapkan ke lokasi dan suasana yang tidak tepat," kata dr Titik.

Di akun medsosnya, Yayik tidak banyak menampilkan diri sebagai sosok tenaga usaha (TU) PNS di SMAN 1 Cerme Gresik. Namun, Yayik lebih banyak mengupload video dan fotonya sebagai instruktur aerobik dan zumba.

Di Gresik, Yayik terkenal sebagai instruktur aerobik yang aktif dengan suara yang menggelegar. Orangnya juga terkenal sangat ramah.

Banyak netizen yang menyayangkan ulah Yayik karena pekerjaannya sebagai PNS di SMAN 1 Cerme. Sekolah terkenal di Gresik.

Nyaris dari 4.000 komentar membanjiri akun medsos Yayuk Susilawati. Namun, dari sekian ratusan yang menghujat, ada beberapa yang justru membeli.

“Kalian tidak tahu penyebabnya? Persoalannya karena memang pemilik rumah seringkali melaksanakan ibadah tanpa izin tetangga. Pemilik rumah ini sering pindah dari RT satu ke lainnya. Bu Yayik ini memang ceplas ceplos dan orangnya baik,” kata Mina, salah satu netizen yang membela.

Setelah mendapatkan bullyan, akun Yayik Susilawati langsung diprivat. Sehingga, netizen tidak bisa lagi mengakses akun media sosialnya, baik INSTAGRAM, Facebook, maupun YouTube,

"Sebenarnya ini di luar dari kedinasan, menurut kami hal itu tidak biasa, dan berdampak sekali terhadap aktivitas sekolah," ujar Indah.

Sebagai informasi, Yayik Susilawati bersama suaminya beserta satu orang lainya membubarkan jemaat agama Kristen saat tengah melangsungkan ibadah.

Kenaikan Isa Almasih di rumah Manurung RT 11 RW 03 Perumahan Cerme Indah (PCI) Desa Batiting pada Rabu 8 Mei 2024.

Baca Juga: Kecelakaan Kerja di Pabrik Mainan, Pemuda Kedamean Gresik Tewas Kejang-kejang Usai Kesetrum Listrik

Yayik, warga yang disebut membubarkan peribadatan umat kristen membantah jika kejadian tersebut merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan.

"Saya memohon maaf jika itu disebut membubarkan ibadah," terangnya.

Meski sempat ada perselisihan, dia mengungkapkan kejadian tersebut dipicu karena mobil yang diparkir di rumahnya tak bisa keluar. 

"Itu karena mobil saya mau keluar dari parkiran tidak bisa, dan terhalang para jemaat yang sedang ibadah," pungkas Yayik.Hasil kesepakatan kedua belah pihak saling menghormati dan menghargai serta saling memaafkan tanpa paksaan. Harapan Hormali Sirait kegiatan ibadah tidak dilarang dan bisa dilakukan di rumah.

Sebelumnya, Yayik Susilowati dan keluarga menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya menghentikan kegiatan ibadah. (han)

Editor : Hany Akasah
#Kristen #ibadah #sman 1 cerme #gresik #jawa timur #dinas pendidikan