GRESIK-Di tengah era modernisasi seperti saat ini, rupanya tidak semua masyarakat di Kabupaten Gresik menggunakan gas sebagai sumber utama untuk memasak. Seperti halnya yang dialami, Anika, seorang lansia 68 tahun yang beprofesi sebagai tukang pijat itu masih menggunakan kayu bakar untuk keperluan memasak sehari-hari. Apesnya, kayu bakar yang digunakan menjadi malapetaka yang menghanguskan rumahnya hingga tidak tersisa pada Senin (11/09) kemarin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik, Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, peristiwa kebakaran yang dialami Anika terjadi saat korban sedang keluar rumah untuk memijat tetangganya. Nahas, korban lupa mematikan tungku kayu bakar yang digunakan untuk memasak air.
"Kuat dugaan api dari kayu bakar ini membesar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah," kata Sinaga.
Dikatakan, rumah yang mayoritas terbuat dari kayu itu membuat api cepat membesar. Ditambah lagi didalam rumah korban banyak tumpukan barang yang mudah terbakar.
“Kemudian warga menghubungi Damkarla Gresik untuk meminta pertolongan. Untuk menjinakkan api, kami menerjunkan 1 unit pemadam semprot dan 1 unit supplay. Kami langsung memadamkan api lalu melakukan pembasahan dan memastikan bahwa titik api benar padam dan kondusif,” imbuhnya.
Baca Juga: Breaking News, Rumah Warga Sembayat Kecamatan Manyar Terbakar Hebat, Damkarla Terjunkan Dua Regu
Meskti tidak memakan korban jiwa. Namun akibat musibah ini korban menderita kerugian hingga Rp 60 juta lebih. Sinaga berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap kejadian kebakaran.
Sementara itu, berdasar data Damkarla Gresik, hingga berita ini diunggah, pada bulan September 2023 telah terjadi 45 kebakaran di Kabupaten Gresik. Sedang kejadian rescue sebanyak enam kejadian. (fir/han)
Editor : Hany Akasah