Informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul berasal dari bara api dan kepulan asap ringan di mesin produksi. Kemudian dalam hitungan detik api membesar lalu merembet ke kontruksi bangunan yang mudah terbakar.
Api yang terus membesar, membuat karyawati PT Jebekoko yang bernama Tia melaporkan kejadian ini ke petugas pemadam kebakaran PT Maspion dan Pemkab Gresik untuk memadamkan api.
Baca Juga : Bawa Istri dan Anak, Mobil Warga Pongangan Tiba-tiba terbakar
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) AH.Sinaga mengatakan, untuk memadamkan api tersebut pihaknya mengerahkan dua unit mobil damkar dan satu unit supply air.
“Selain mengerahkan mobil damkar, kami juga menerjunkan 8 personel petugas damkar ke lokasi kebakaran,” katanya, Kamis (5/01).
Ia menjelaskan butuh waktu dua jam setengah untuk memadamkan api yang membakar mesin bagian produksi. Upaya ini berhasil dilakukan oleh petugas damkar setelah berjibaku melawan api yang membara.
“Kebakaran ini terjadi pukul 10.30 wib dan api bisa dipadamkan pukul 12.30 wib setelah petugas damkar berjibaku susah payah memadamkan api,” paparnya.
Dalam waktu yang lain sebuah gudang penyimpanan kertas milik Dedik warga Desa Slempit, Kecamatan Kedamean ludes terbakar.
Baca Juga : Nambal Ban Sambil Rokoan, Lapak dan Istri Terbakar
Sinaga mengatakan, jika penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Namun dugaan awal kebakaran lantaran ada percikan api puntung rokok yang mengenai tumpukan kertas.
"Setelah mendapatkan laporan, kami langsung mengerahkan 8 petugas Damkar Pos Driyorejo ke tempat kejadian kebakaran," ujar Sinaga.
Selain itu, 1 unit mobil pemadam dan 1 mobil suplay juga diterjunkan untuk memudahkan pembasahan disekitar lokasi kejadian. Beruntungnya, tidak ada kendala dan hambatan. Sehingga api berhasil dilokalisir dan akhirnya dapat dipadamkan.
"Untuk besar kerugian ditaksir capai Rp50 juta rupiah," pungkasnya.
Baca Juga : Bawa Istri dan Anak, Mobil Warga Pongangan Tiba-tiba terbakar
Sementara itu, Afak, pelapor kejadian kebakaran menceritakan jika peristiwa kebakaran gudang kertas milik Dedik di Desa Sempit Kedamean itu baru diketahui ketika salah satu pekerja gudang melakukan pengecekan isi gudang.
"Api awalnya diketahui karyawan muncul dari tumpukan kertas. Api semakin membesar dan meluas. Warga pun panik dan langsung melapor ke petugas Damkar Gresik," jelas Afak. (fir/han) Editor : Hany Akasah