" Pihak kami masih melakukan olah TKP di Pelabuhan JIIPE dan pihak manajemen JIIPE sudah melaporkanan kejadiannya, kemarin (9/8) ke pihak kami," ujarnya," Rabu (10/8).
Sementara saat ditemui awak media Manager ComDev/CSR PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Pengelola JIIPE Mifti menuturkan, pihaknya turut berbela sungkawa terhadap keluarga korban atas kejadian tersebut. "Saat kejadian pihak kami langsung membawa korban ke rumah sakit hingga mengantar rumah duka serta ikut menghadiri pemakaman, " tuturnya.
Mifti menjelaskan pihak Manajemen JIIPE juga sudah membantu pihak keluarga korban hingga acara tahlilan pengajian di rumah korban. Bahkan, JIIPE mengklaim sudah memberikan santunan ke keluarga korban. Alhamdulillah dari pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan dan kita suport untuk kebutuhan tahlilan hingga 1.000 harinya, " jelasnya.
Pihak manajemen JIIPE juga meminta supaya kasus tersebut tidak diperpanjang lagi. "Pihak kepolisian juga melakukan investigasi serta melakukan pengecekan kembali tadi,” kata Mifti.
Baca juga : Sehari, Dua Pekerja di Pelabuhan Tewas Tertimpa Boom Crane dan Muatan
Mifti menambahkan, saat kejadia kapal dari Jepang bermuatan tumpukan pelat besi milik PT Chiyoda Internasional Indonesia datang untuk pembangunan Smelter Freepot yang akan bersandar turunkan muatan di Pelabuhan JIIPE. "Saat hendak bongkar muatan tiba - tiba besi muatan dari kapal merosot menimpa korban mengenai bagian dada korban. Kami juga sudah melaporkan ke pihak Polres Gresik dan Disnaker. Korban merupakan kuli bongkar muat KBM," pungkasnya.(yud/han) Editor : Hany Akasah