Dari pantauan di lapangan tumpukan mirip pasir malang tersebut berwarna hitam menumpuk di sebuah lahan kosong di belakang bangunan ruko toko material bangunan di Desa Iker - Iker, Kecamatan Cerme. Limbag masih terlihat tumpukan berwarna kehitaman. Titik pembuangan selain di belakang bangunan ruko juga berdasarkan di belakang bangunan warga sekitar khususnya di belakang empat rumah warga di Dusun/Desa Iker – Iker Kecamatan Cerme.
Informasi yang dihimpun limbah tersebut sudah tiga kali dibuang di lokasi tersebut menggunakan tiga dum truk berukuran besar. Warga terdampak dari bau tumpukan diduga limbah saat hujan turun, bau menyengat hingga ke pemukiman warga membuat warga setempat pun protes dan melapor ke ketua RT setempat. Kondisinya saat ini material tersebut sudah padat. Ada pula yang cair dengan warna hitam pekat mencemari lahan milik warga.
Ketua RT 2, RW 1, Dusun/Desa iker iker, Kecamatan Cerme Ali sodikin ,49,
membenarkan adapembuangan yang diduga limbah tersebut yang di lahan kosong di belakang rumahnya. Selain itu ada juga ketiga warganya juga melapor jika material tersebut berbau menyengat saat hujan turun.
"Dari laporan warga saya limbah tersebut dibuang pada hari Selasa (9/2) sore hari. Ada tiga dumptruk membuang material warna hitam di lahan tersebut.Bentuknya mirip pasir malang hitam dan saat kena hujan berubah mendidih seperti air panas mengeluarkan asap dan bau tidak enak yang menyengat seperti bau gas elpiji bocor, " ujarnya, Selasa (16/2). Dirinya merasa kecolongan ada orang luar membuang limbah di belakang rumahnya. Dia tak mengetahui asal limbah tersebut dari mana. "Informasinya dari sebuah pabrik dari luar Gresik, Tapi pastinya pabrik apa gak tau," ungkapnya.
Setelah ditelusuri ternyata pemilik lahan kosong tersebut milik orang Sidoarjo. "Lahan tersebut di sewa orang lain yang posisi lahan tersebut di belakang ruko toko material dan ada info mau di buat paving" pungkasnya. (yud) Editor : Hany Akasah