Peristiwa pengeroyokan tersebut akibat salah paham antara korban dengan pelaku bernama Edi warga Dusun Tajung Mulya Kecamatan Sangkapura. Korban dan pelaku awalnya sama-sama nongkrong di salah satu warung kopi yang ada di Desa Pudakit Sabtu, malam.
Pada saat berada di warung tersebut korban tidak sengaja menginjak kaki pelaku. Pelaku yang tidak terima akibat kakinya diinjak lantas menantang korban. Keduanya pun terlibat perkelahian meski akhirnya dilerai oleh warga.
"Awalnya saya cuma tak sengaja menginjak kakinya, kemudian terjadi perkelahian saya dan Edi, "terang Sulaimi saat ditemui di klinik dr Aminah Fathorrazi, Minggu (01/11) pagi.
Rupanya kejadian tak selesai disitu, saat korban pulang ke rumahnya di Desa Suwari, pelaku bersama teman-temannya datang. Kemudian mengeroyok korban persis di depan rumahnya sendiri.
Korban langsung terkapar dengan luka sobek di bagian kepala dan tangan, diduga akibat dipukul menggunakan botol dan kayu.
"Ada serpihan botol yang masuk ke kepala. Saya sudah melaporkan hal ini ke Polsek Sangkapura," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Sangkapura, AKP Rachmad Triyanto membenarkan peristiwa tersebut. Namun perwira dengan tiga balok dipundak itu belum bisa memberikan penjelasan seputar kejadian. "Masih kami periksa semua yang terlibat, mohon waktu," kata Rahmat. (fir/rof) Editor : Hany Akasah