Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gresik Maju Pesat Berkat Kepemimpinan Sambari Halim Radianto, Sosok Bapak Pembangunan Ini Diganjar Penghargaan Mentereng di Radar Surabaya Award 2024

Muhammad Firman Syah • Jumat, 12 Juli 2024 | 22:13 WIB
HEBAT : Bupati Gresik Periode 2010-2021, Sambari Halim Radianto Bersama Presiden Joko Widodo.
HEBAT : Bupati Gresik Periode 2010-2021, Sambari Halim Radianto Bersama Presiden Joko Widodo.

RADAR GRESIK - Perkembangan Kabupaten Gresik yang pesat hingga kini menjadi daerah tujuan investasi dan memiliki tingkat perekonomian tertinggi di Jawa Timur tidak bisa dilepaskan dari sosok Bupati Gresik periode 2010-2015 dan 2015-2021, Sambari Halim Radianto. Kerja-kerja yang dilakukan pria yang lahir 7 Agustus 1959 di Desa Lowayu Kecamatan Dukun,Gresik itu telah berhasil mengubah Gresik yang tidak diperhitungkan dalam kancah global, kini justru menjadi magnet investasi.

Meskipun kini sudah tidak menjabat, namun selama kurun waktu satu dekade terakhir Sambari bersama wakilnya, Moch Qosim telah meninggalkan kesan yang tidak mudah dilupakan oleh masyarakat.

Misalnya saja bangunan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), monumen atau landmark disejumlah jalur protokol, gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) hingga karya-karya lain telah dibangun di era Bupati Sambari. Bahkan kecintaan masyarakat terhadap sosok Sambari tercermin dalam Pemilu Legislatif 2024 dimana putranya Thoriq Majiddanor atau yang akrab disapa Jiddan melenggang menjadi wakil rakyat ke Senayan.

Di dalam buku yang berjudul, Bocah Ndeso Melbu Pendopo, Bupati Sambari menyampaikan, menjadi untuk orang nomor satu di Gresik merupakan salah satu capaian perjalanan panjang. Perjalanan panjang itu harus ditempuh melalui jalan yang berliku.

“Perjalanan yang berliku ini merupakan bagian dari perjuangan hidup. Perjuangan hidup menuju masyarakat Gresik lebih baik,” tulis Sambari di dalam bukunya.

Diakuinya, keberhasilan kepemimpinan selama dua periode dia menjabat merupakan bagian dari kematangan jiwa yang dia dapatkan sejak masih usia muda. Bahkan sejak SD Sambari sudah aktif dalam organisasi salah satunya Pramuka dan menjadi penggerak bagi rekan-rekannya.

“Pemimpin merupakan pusat perhatian dan tumpuan dari setiap kegiatan manusia di bawahnya bahkan di sekelilingnya. Melukiskan dahsyatnya arti pemimpin dalam kehidupan ini, ada yang beranggapan bahwa perkara di dunia ini hanya ditentukan hitam-putihnya oleh segelintir orang yang berposisi sebagai pemimpin,” lanjutnya.

Sambari menyampaikan, menjadi seorang pemimpin di Kabupaten Gresik adalah suatu pengabdian dan bagian dari ibadah.

Tidak hanya ibadah, memimpin juga merupakan bentuk pengabdian untuk melayani dan bukan sebaliknya dilayani rakyat. Prinsip melayani itu bagi Sambari Halim Radianto adalah harga mati dan tidak dapat berubah. Oleh karena niatnya sebagai pelayan, maka tidak ada alasan bagi Sambari Halim Radianto untuk tidak memberikan pelayanan yang baik kepada siapa saja.

“Bupati dan wakil bupati Gresik ingin memberikan contoh yang baik pada masyarakat dan tentunya pasangan pemimpin lainnya di Indonesia. Satu paket, bupati dan wakil bupati dipilih tidak untuk berjalan sendiri-sendiri, sebab jika berjalan sendiri dan memiliki tujuan yang berbeda, akibatnya pembangunan daerah tidak akan berhasil dan berkembang,” tegasnya.

Sebagai seorang pemimpin dengan banyak program dan kebijakan tentunya tidak semua berjalan mulus. Penolakan kebijakan pemerintah oleh masyarakat yang pernah terjadi selalu bisa diselesaikan oleh pemerintahan Sambari-Qosim dengan baik, kuncinya musyawarah dan koordinasi.

Konsultasi dengan pemerintahan yang lebih tinggi, seperti dengan provinsi bahkan pusat juga selalu dilakukan bila penyelesaian tingkat kabupaten menemui jalan buntu. Untuk mewujudkan Gresik lebih baik menurut Sambari Halim Radianto, kuncinya tetap satu yaitu Musyarawah.

“Kebersamaan dengan semua pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Gresik juga selalu dijaga dengan baik, termasuk dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan dengan masyarakat. Dengan menjalin hubungan baik itu dipadu dengan mengedepankan azas musyawarah, maka semua jenis masalah baik yang ringan maupun yang berat bisa diselesaikan dengan baik,” paparnya. (fir)

Editor : Hany Akasah
#pembangunan #gresik #SAMBARI #BUPATI