Menurut Bu Min, Kartini di era sekarang sudah banyak berkiprah di mana saja. Emansipasi perempuan sudah optimal di Gresik.
“Kalau dulu perempuan sebagai ibu rumah tangga, tapi saat ini ibu rumah tangga justru penting menjadi madrasah atau guru bagi anak-anaknya,” kata Bu Min.
Perempuan sebagai ibu rumah tangga sangat penting. Apabila, ada perempuan yang berkarir di luar bahkan di berbagai sektor sudah menjadi bagian dari kehidupan dan kemajuan masyarakat saat ini. “Peranan perempuan saat ini harus didorong di segala sektor,” kata Bu Min.
Salah satunya yakni bisa berkiprah dalam pembangunan dan pendidikan di Kabupaten Gresik.
“Sudah banyak kebijakan dan peraturan yang responsif gender di Gresik. Perempuan menjadi ibu tetap bisa berkarya. Bahkan, tetap bisa mengabdikan diri untuk keluarga, lingkungan dan masyarakat,” kata Aminatun.
Meski sibuk dengan dunia pemerintahan, Ning Min memang sosok yang tidak pernah lelah dalam mengabdi dan berorganisasi di Gresik. Salah satunya yakni sebagai ketua Pimpinan Daerah Badan Koordinasi Majelis Ta'lim Masjid(BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik. Bu Min juga menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Gresik.
Bu Min memang perempuan yang tidak pernah lelah dalam mengabdi. Dulu Bu Min juga pernah menjabat sebagai Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Gresik dan Ketua 1 Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Gresik. Bu Min juga pernah diberi amanah untuk menjadi Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Timur. Lembaga tersebut merupakan pelaksana kebijakan pendidikan Nahdatul Ulama di Jawa Timur. Ia juga mengemban tugas untuk menjadi Bendahara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU dan Pondok Pesantren Jawa Timur.
Hidupnya selalu ditujukan untuk membangun dan memajukan masyarakat. Bersama teman-temannya, Bu Min pernah mendirikan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Lembaga ini bertugas membantu Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pengendalian penduduk di bidang keluarga berencana, ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ia menjadi dosen di Institut Agama Islam (IAI) Qomaruddin dari tahun 1995 hingga sekarang. Selain itu, Bu Min pernah mengemban amanah sebagai Kepala SMA Assa’adah dari tahun 2008.
Tak heran, jika Bu Min selalu aktif dan mengawal program pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan keluarga, seperti dukungan mewujudkan Kabupaten Ramah Anak, Masjid Ramah Anak, Gresik Responsif Gender bahkan mendukung perempuan masuk dalam dunia industri di Gresik. (han)
Editor : Hany Akasah