Pulang Rapat, Anggota Karang Taruna Benjeng Gresik Dikeroyok Belasan Orang Tak Dikenal

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 23:20 WIB
LUKA - LUKA : Korban saat mendapatkan perawatan medis dan alami luka - luka usai diduga di kroyok oleh sejumlah orang tak dikenal saat melintas di sebelah utara jembatan Dusun Medangan, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng. (Foto : Ist/Radar Gresik)
LUKA - LUKA : Korban saat mendapatkan perawatan medis dan alami luka - luka usai diduga di kroyok oleh sejumlah orang tak dikenal saat melintas di sebelah utara jembatan Dusun Medangan, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Gresik. Seorang pemuda bernama M. Aksal Tamafila, warga Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, mengalami luka-luka usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Insiden tersebut berlangsung di area sebelah utara Jembatan Dusun Medangan, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, pada Minggu (18/10) sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban yang juga merupakan anggota aktif Karang Taruna (Kartar) di Kecamatan Benjeng tersebut mendadak diserang oleh belasan pemuda yang muncul dari arah timur. Para pelaku diketahui membekali diri dengan sejumlah benda tumpul untuk memukul korban beserta rombongannya.

Baca Juga: Bongkar Jaringan Sabu Menganti, Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 12 Orang dan Sita 31,8 Gram Sabu

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat korban bersama enam rekannya hendak berburu kuliner malam usai merampungkan agenda rapat Karang Taruna di Kecamatan Benjeng.

Namun, saat rombongan melintas di kawasan sebelah utara jembatan Dusun Medangan, sekelompok pemuda mendadak mengadang dan langsung melakukan serangan secara membabi buta.

Kala itu, korban tengah berboncengan dengan rekannya, Iyung alias Firul. Dua rekan lainnya berkendara di posisi paling depan, sementara dua rekan sisanya menguntit di barisan belakang menggunakan sepeda motor masing-masing.

Baca Juga: Gandeng Komunitas Literasi dan Dispussip, Aston Gresik Gelar Bedah Buku Bintang Utara

Serangan mendadak itu membuat rombongan kocar-kacir. Dua orang di posisi depan berhasil lolos dari kepungan, sementara dua orang di barisan belakang langsung memutar balik kendaraan untuk meminta bantuan warga desa terdekat.

Nahas bagi korban, ia terkena hantaman keras benda menyerupai bambu berukuran besar di bagian kepala hingga terpelanting jatuh. Saat terkapar, korban dan temannya yang dibonceng langsung menjadi bulan-bulanan para pelaku.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban menderita luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat. Beruntung, usai mendapatkan perawatan medis intensif, korban dinyatakan membaik dan diperbolehkan rawat jalan.

Baca Juga: Lewat Gerakan ASRI, Kader Gerindra Gresik Hijaukan Pesisir Ujungpangkah dengan 750 Mangrove

Kapolsek Benjeng, AKP Hendrawan, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut. Pihak keluarga korban telah resmi melapor ke Polsek Benjeng guna proses hukum lebih lanjut.

“Sudah ada laporan resmi yang masuk ke kami. Korban sempat dirawat karena mengalami luka ringan dan saat ini sudah diperbolehkan pulang ke rumah,” ujar AKP Hendrawan, Senin (19/10).

Hendrawan menambahkan, tim penyidik Reskrim Polsek Benjeng berkolaborasi dengan Satreskrim Polres Gresik tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi identitas para pelaku. Petugas juga telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyisir barang bukti.

Baca Juga: Atasi Krisis Kesehatan di Bawean, DPRD Gresik Dorong Pengadaan Generator Oksigen

Senada, Kanit Reskrim Polsek Benjeng, Aiptu Mualik, menyampaikan bahwa proses penelusuran bukti-bukti terus digenjot di lapangan.

"Lokasi kejadian berada di dekat area persawahan. Saat ini tim kami juga tengah melacak keberadaan rekaman CCTV di sekitar rute lokasi kejadian guna mengidentifikasi pergerakan para pelaku," pungkas Aiptu Mualik. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
karang taruna gresik rapat Benjeng korban