Penemuan Jasad Pria di Perairan Mengare Gresik Gegerkan Nelayan, Identitas Masih Misteri

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:31 WIB
DIEVAKUASI : Anggota Satpolairud Polres Gresik saat mengevakuasi mayat pria tanpa Identitas yang mengapung di antara perairan Mengare dan Karangjamuang, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
DIEVAKUASI : Anggota Satpolairud Polres Gresik saat mengevakuasi mayat pria tanpa Identitas yang mengapung di antara perairan Mengare dan Karangjamuang, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Penemuan mayat laki-laki tanpa identitas menggegerkan kawasan perairan Gresik. Jasad pria tersebut ditemukan mengapung di perairan antara Mengare dan Karangjamuang, Gresik, Sabtu (3/10) sore.

Penemuan berawal saat seorang nelayan asal Desa Campurejo yang tengah melaut melihat sosok tubuh manusia mengapung di permukaan air. Nelayan tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Menerima laporan, Satpolairud Polres Gresik langsung menerjunkan kapal patroli KP X-1017 untuk melakukan evakuasi dengan dibantu personel BKO Ditpolairud Polda Jatim menggunakan KP X-1012, KP X-1039, dan KP X-2005.

Baca Juga: Inovasi TJSL, PT Terminal Teluk Lamong Resmi Luncurkan Program Lamong Cukur

Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, menjelaskan bahwa usai dievakuasi, jasad langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan visum medis.

Berdasarkan pemeriksaan fisik awal, korban diperkirakan seorang pria berusia sekitar 30 tahun, berpostur tinggi 168 sentimeter, berkulit sawo matang, dan berwajah oval. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus hijau tua, celana panjang hitam, serta sabuk.

Petugas sempat menemukan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama M. Alga di saku celana korban. Namun, setelah polisi mendatangkan pihak keluarga sesuai alamat pada KTP tersebut ke RSUD Ibnu Sina, identitas korban justru memicu teka-teki baru.

Baca Juga: Pemkab Gresik Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

Keluarga membenarkan bahwa foto pada KTP adalah anggota keluarga mereka, tetapi saat melihat jenazah secara langsung, mereka memastikan ciri-ciri fisik serta pakaian korban berbeda dan tidak dikenali.

"Keluarga telah membuat surat pernyataan resmi bahwa mereka tidak mengenal jenazah yang ditemukan di laut tersebut," ujar AKP I Nyoman Ardita, Kamis (8/10).

Proses identifikasi lanjutan melalui pemindaian sidik jari oleh Tim INAFIS Polres Gresik juga mengalami kendala lantaran kondisi sidik jari korban sudah pudar akibat terlalu lama terendam air laut.

Baca Juga: Perkuat Pengawasan APBD 2027, Komisi I DPRD Gresik Dorong Inspektorat Maksimalkan Peran APIP

Selain itu, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Saat ini, jenazah masih tersimpan di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik dengan status Mr. X.

"Jenazah berada di RSUD Ibnu Sina sampai tujuh hari ke depan. Apabila tidak ada pihak keluarga yang datang mengakuinya, maka akan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat," pungkasnya.

Hingga Kamis (8/10), kepolisian masih terus melakukan penelusuran dan berkoordinasi guna mengungkap identitas serta asal-usul pria misterius tersebut. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gresik MENGARE jasad perairan satpolairud