Dipicu Pembakaran Sampah, Lahan dan Bangunan Bekas Warung Sate di Driyorejo Gresik Terbakar

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 18:29 WIB
PEMADAMAN : Petugas Damkar Gresik saat melakukan pemadaman kebakaran lahan dan warung bekas sate tepi sawah di Kecamatan Driyorejo, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
PEMADAMAN : Petugas Damkar Gresik saat melakukan pemadaman kebakaran lahan dan warung bekas sate tepi sawah di Kecamatan Driyorejo, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Peristiwa kebakaran melanda kawasan lahan kosong beserta bangunan bekas warung Sate Tepi Sawah yang berada di Jalan Raya Petiken, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jumat (2/10/2026) siang.

Amukan si jago merah diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran di sekitar lokasi yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Bakti Darmawan, menjelaskan bahwa insiden tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga, Setio Budi, yang saat itu sedang berbelanja di minimarket Greensmart tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Perluas Pembinaan Keagamaan Hingga Desa, MUI Kecamatan Gresik Cetak Kader Muda Penggerak Umat

"Pelapor yang sedang berbelanja melihat adanya kepulan asap hitam tebal dari arah bangunan warung yang sudah tidak terpakai. Khawatir api makin membesar dan merembet ke bangunan lain, pelapor langsung menghubungi Call Center 112," ujar Bakti Darmawan. 

Laporan darurat diterima petugas Damkar Pos Driyorejo pada pukul 13.27 WIB. Merespons laporan tersebut, tim damkar langsung memberangkatkan armada pada pukul 13.29 WIB dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 13.40 WIB.

Setibanya di lokasi, delapan personel Damkarla Pos Driyorejo yang diterjunkan bersama satu unit mobil pemadam utama dan satu unit mobil komando Panther langsung melakukan lokalisasi titik api. Langkah cepat ini diambil guna mencegah kobaran api merembet ke area lahan kering dan permukiman sekitar.

Baca Juga: Tragis! Diduga Cemburu, Perempuan Asal Surabaya Tega Bacok Tunangan Hingga Meninggal

Usai kobaran api utama berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pembasahan (cooling) secara menyeluruh demi memastikan tidak ada sisa bara api di bawah tumpukan material bekas bangunan yang berpotensi memicu api susulan.

"Penyebab pasti awal kebakaran masih didalami. Namun, di dekat lokasi bangunan warung terdapat bekas aktivitas pembakaran yang ditinggalkan tanpa pengawasan, sehingga diduga kuat api menjalar dari sana," jelas Bakti.

Seluruh proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan tuntas sekitar pukul 14.15 WIB. Petugas memastikan area kejadian telah benar-benar aman dan kondusif sebelum kembali ke posko.

Baca Juga: Viral Video Pengeroyokan Petugas Bank Keliling di Manyar, Polisi Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Damkarla Kabupaten Gresik, hingga Jumat (2/10/2026), telah tercatat sebanyak enam kejadian kebakaran dan dua operasi penyelamatan (rescue) pada awal Oktober 2026.

Menyikapi tren tersebut, pihak Damkarla Gresik mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan secara sembarangan, terutama saat cuaca terik dan di sekitar area yang dipenuhi material mudah terbakar. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Warung gresik Damkar Driyorejo kebakaran