RADAR GRESIK – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik merespons cepat laporan masyarakat terkait keberadaan seorang pria Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di area sekitar Pasar Duduksampeyan, Gresik.
Pria diperkirakan berusia 37 tahun tersebut dievakuasi petugas lantaran aksinya dinilai sangat meresahkan warga dan pedagang setempat.
Berdasarkan keluhan warga, pria tanpa identitas tersebut sering berkeliaran, berteriak-teriak tidak jelas, mengganggu pembeli, hingga bertindak tidak senonoh dengan sengaja memperlihatkan kemaluannya kepada warga di sekitar pasar.
Pekerja Sosial Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Gresik, Alfi Arianto, menjelaskan bahwa Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinsos menerima aduan dari Command Center 112 pada Senin (10/8) malam sekitar pukul 18.16 WIB.
“ODGJ tersebut sering mengganggu pembeli di pasar, mencuri makanan seperti roti bakar, berteriak-teriak tanpa alasan jelas, hingga menunjukkan kemaluannya kepada warga,” ujar Alfi, Rabu (12/8).
Mendapat laporan tersebut, Tim URC Dinsos Gresik langsung berkoordinasi dengan URC Satpol PP Kabupaten Gresik untuk melakukan penelusuran serta pengamanan di lokasi kejadian. Usai berhasil diamankan, petugas menggandeng Dispendukcapil Gresik guna melacak data kependudukan pasien melalui pemeriksaan biometrik sidik jari dan wajah.
Baca Juga: Mengamuk di Minimarket, Polsek Driyorejo Evakuasi ODGJ Asal Lampung ke Shelter Dinsos Gresik
Namun, hasil pemindaian biometrik menunjukkan bahwa data kependudukan, nama, maupun alamat pria tersebut tidak teridentifikasi di basis data nasional.
"Proses evakuasi dan penanganan berlangsung hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa pria tersebut sudah sekitar tiga bulan berkeliaran di sepanjang jalan raya Duduksampeyan," terangnya.
Lantaran belum ditemukan identitas resminya, Dinsos Gresik merujuk ODGJ tersebut ke RS Dr. Moelyono Surabaya guna menjalani perawatan serta pengobatan medis intensif.
Baca Juga: Dapat Apresiasi Ipda Purnomo, Dinsos Gresik Perkuat Layanan Shelter Cerme
"Terima kasih kepada masyarakat yang turut aktif melaporkan keberadaan ODGJ meresahkan ini. Setelah menjalani perawatan dan kondisi medisnya membaik, pasien akan ditampung di shelter Dinsos untuk dilakukan asesmen lanjutan guna menelusuri nama dan alamat keluarganya agar bisa dipulangkan," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik