RADAR GRESIK – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik merespons cepat laporan warga dengan mengevakuasi seekor anjing yang terjerat di tengah area persawahan, Jalan Raya Bringkang, Kavling Bintang Muda, Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik, Senin (10/8).
Perwira piket Damkarla Kabupaten Gresik, Mangara, menjelaskan bahwa anjing berbulu hitam tersebut mulanya terlihat berkeliaran di sekitar persawahan sejak pagi hari.
Lantaran tidak diketahui pemiliknya serta dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para siswa di lingkungan sekolah terdekat, seorang guru MI Citra Taman Siswa bernama Agung berinisiatif melapor ke layanan Call Center 112.
Baca Juga: Bekali Pelajar Pentingnya Jaga Diri di Usia Remaja, MUI Gresik Gelar Program Goes to School
Sebelum melapor, Agung sejatinya telah berupaya menanyakan kepemilikan anjing tersebut kepada para petani lokal di sekitar lokasi, namun tidak ada satu pun warga yang mengetahuinya.
"Laporan yang masuk ke Call Center 112 segera diteruskan ke Pos Damkar Menganti. Personel langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan satu unit kendaraan rescue," ujar Mangara.
Sesampainya di lokasi, petugas melakukan observasi lapangan dan menemukan tali yang melilit leher anjing tersebut tersangkut pada patok kayu, sehingga satwa tersebut terjebak dan tak mampu bergerak bebas.
Dengan menggunakan alat jerat khusus dan kandang evakuasi, tim yang terdiri dari enam personel tersebut perlahan mengamankan sang anjing hingga terbebas dari jeratan kayu.
"Proses penyelamatan berhasil dituntaskan sekitar pukul 11.14 WIB. Setelah situasi dipastikan kondusif, personel kembali bersiaga di Pos Menganti. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam penanganan ini," lanjutnya.
Data dari Dinas Damkarla Gresik mencatat, terhitung sejak awal hingga 10 Agustus 2026, pihaknya telah menangani sebanyak 28 insiden kebakaran serta 44 aksi penyelamatan (rescue).
Hal ini menegaskan komitmen kesiapsiagaan Damkarla Gresik dalam merespons cepat setiap pengaduan kedaruratan masyarakat, termasuk penanganan evakuasi satwa. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik