RADAR GRESIK – Kelalaian saat membakar sampah kembali memicu bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Gresik. Sebuah bangunan kandang kambing milik Abdul Malik di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, ludes dilalap si jago merah pada Minggu (9/8/2026) siang. Insiden tersebut mengakibatkan tiga ekor kambing milik warga mati terpanggang.
Panggilan darurat terkait musibah kebakaran tersebut diterima oleh pos komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik sekitar pukul 12.46 WIB.
Menindaklanjuti laporan warga, empat personel dari Pos Dukun langsung diterjunkan dengan mengerahkan satu unit kendaraan pemadam utama menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Mesin Produksi PT Xinyi Solar Indonesia Terbakar, Satu Karyawan Alami Sesak Napas
Perwira Piket Damkarla Kabupaten Gresik, Bakti Darmawan, memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan dan keterangan saksi di lapangan, kobaran api bermula dari tumpukan sampah yang dibakar pemilik kandang.
"Api diduga kuat berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan pemilik kandang. Pembakaran sampah tersebut ditinggal pulang tanpa pengawasan, sehingga kobaran api merembet ke tumpukan kayu kandang hingga membakar seluruh bangunan," ujar Bakti Darmawan, Minggu (9/8/2026).
Insiden tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat bernama Usman Faqih. Melihat kepulan asap membumbung tinggi, saksi bergegas menghubungi petugas Damkarla Gresik untuk meminta penanganan darurat.
Baca Juga: Penghasilan Tak Tetap Bikin Iuran Tersendat, BPJS Kesehatan Gresik Kenalkan Program NADI JKN
Petugas yang tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.20 WIB langsung mengambil langkah pembasahan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisa titik bara api tersembunyi yang berpotensi memicu timbulnya kobaran api susulan di sekitar area permukiman.
"Dalam kejadian ini, sebanyak tiga ekor kambing milik warga ditemukan mati terbakar di dalam kandang yang hangus. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari pihak pemilik maupun warga," tambah Bakti.
Petugas mengakhiri seluruh rangkaian pemadaman dan pembasahan pada pukul 14.43 WIB setelah lokasi dipastikan aman dan steril. Pihak Damkarla Gresik kembali mengimbau warga agar ekstra waspada dan tidak meninggalkan aktivitas pembakaran sampah sekecil apa pun tanpa pengawasan ketat, terlebih di tengah kondisi cuaca kering.
Baca Juga: Cek Tangki Berujung Tragedi, Dua ABK Kapal Hamdam 1 Ditemukan Meninggal Dunia
Bakti mencatat, musibah di Kecamatan Panceng ini menambah deretan musibah yang ditangani jajarannya sepanjang bulan ini. Terhitung hingga 9 Agustus 2026, Dinas Damkarla Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 24 kejadian kebakaran serta 37 aksi penyelamatan (rescue) di wilayah Gresik. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik