Cek Tangki Berujung Tragedi, Dua ABK Kapal Hamdam 1 Ditemukan Meninggal Dunia

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:11 WIB
DIEVAKUASI: Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi dua jenazah anak buah kapal (ABK) Kapal HAMDAM 1 yang tewas di dalam palka kapal di sekitar Pelabuhan JIPEE, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
DIEVAKUASI: Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi dua jenazah anak buah kapal (ABK) Kapal HAMDAM 1 yang tewas di dalam palka kapal di sekitar Pelabuhan JIPEE, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Insiden maut melanda kapal niaga yang sedang berlabuh di perairan utara Gresik. Dua orang anak buah kapal (ABK) Kapal Hamdam 1 ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga kuat menghirup gas beracun saat melakukan pemeriksaan rutin di dalam palka atau tangki kapal di sekitar area Pelabuhan JIPEE, Kabupaten Gresik, pada Jumat (7/8/2026) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tragis tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.10 WIB. Saat itu Kapal HAMDAM 1 sedang melakukan lego jangkar di kawasan pelabuhan. Dua ABK yang menginspeksi ruang terbatas (confined space) palka mendadak tak sadarkan diri hingga akhirnya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: JIIPE Integrasikan Monitoring Berbasis Data dalam Strategi Pengelolaan Lingkungan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, memaparkan bahwa usai menerima panggilan darurat, pergerakan kapal langsung diarahkan menuju Pelabuhan Umum Gresik guna mempermudah akses evakuasi.

"Setelah menerima laporan, kapal segera diarahkan bersandar di Pelabuhan Gresik untuk mempermudah proses penanganan serta evakuasi oleh tim SAR gabungan," ujar Driatmiko Herlambang, Sabtu (8/8/2026).

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, BPBD Gresik, Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Polsek Kawasan Pelabuhan, RSUD Ibnu Sina, KSOP Gresik, hingga PT Pelindo langsung melakukan tindakan penyelamatan mulai pukul 00.35 WIB. Pada pukul 00.42 WIB, kedua jenazah korban berhasil diangkat dari dasar palka kapal.

Baca Juga: Ditinggal Suami Bekerja, Penggerebekan Dugaan Perselingkuhan di Bungah Berakhir Damai

Driatmiko menjelaskan bahwa identitas kedua korban tewas masing-masing adalah Iwan (43), warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, serta Raevan (20), warga Jakarta Timur.

Proses evakuasi di lapangan sempat menemui hambatan berat lantaran lubang palka kapal berukuran sangat sempit. Kondisi ini membuat tim penyelamat hanya bisa menurunkan satu personel secara bergantian ke dalam palka.

Selain itu, keterbatasan alat seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan perlengkapan vertical rescue membuat BPBD Gresik menginduk koordinasi teknis kepada pihak Basarnas.

Baca Juga: Gelapkan Kabel Tembaga Pabrik demi Bayar Utang, Dua Karyawan di Kebomas Gresik Ditangkap Polisi

"Seluruh korban berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke pemulasaraan jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik. Mengenai penyebab pasti kematian serta kandungan gas beracun di dalam kapal, saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan dari kepolisian," pungkas Driatmiko. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
ABK gresik pelabuhan insiden JIIPE