RADAR GRESIK – Sebuah rumah di Jalan Raya Hendrosari, tepatnya di tepi jembatan Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, nyaris dilalap si jago merah pada Senin (29/6/2026) malam. Beruntung, aksi cepat warga sekitar berhasil menjinakkan kobaran api sebelum membesar dan merembet ke bangunan lain.
Peristiwa mendebarkan tersebut pertama kali dilaporkan ke layanan darurat 112 Command Center sekitar pukul 22.37 WIB. Laporan tersebut langsung diteruskan ke grup komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik. Merespons laporan warga, petugas dari Pos Kota segera diberangkatkan satu menit kemudian, tepatnya pukul 22.38 WIB.
Petugas pemadam tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22.52 WIB. Namun, setibanya di lokasi, kobaran api rupanya sudah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang bergotong-royong menggunakan peralatan seadanya.
Baca Juga: Bunda Puspa 2026 Dimulai, Pemkab Gresik Buka Peluang bagi Perempuan yang Baru Mau Merintis Usaha
Berdasarkan keterangan pemilik rumah sekaligus pelapor, Dini, insiden kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari meteran (kwh meter) rumahnya. Begitu menyadari adanya percikan api yang mulai membesar, ia langsung panik dan berinisiatif menghubungi layanan darurat 112.
Perwira Piket Dinas Damkarla Kabupaten Gresik, Sulyono, menjelaskan bahwa meski api sudah padam saat petugas tiba, personel di lapangan tetap melakukan pengecekan menyeluruh dan pembasahan di area sekitar titik api. Langkah ini penting dilakukan guna memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah berhasil dipadamkan oleh warga. Namun personel kami tetap melakukan pembasahan untuk memastikan lokasi benar-benar aman. Kami juga langsung berkoordinasi dan menghubungi pihak PLN untuk penanganan instalasi listrik yang rusak," ujar Sulyono, Selasa (30/6/2026).
Dalam penanganan insiden ini, Dinas Damkarla Kabupaten Gresik mengerahkan satu unit mobil pemadam semprot, satu unit mobil suplai air, serta didukung oleh lima personel lapangan. Seluruh proses penanganan dan sterilisasi lokasi dinyatakan selesai total pada pukul 23.30 WIB.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kerugian material juga dapat diminimalisasi berkat kesigapan warga. Setelah kondisi benar-benar dinyatakan kondusif, petugas kemudian kembali ke Pos Menganti," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah