RADAR GRESIK – Insiden kebakaran melanda area industri di Kabupaten Gresik. Tumpukan limbah serbuk kayu milik PT Redtroindo Nusantara yang berlokasi di Jalan Veteran Tama Utara Nomor 8-9, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, hangus terbakar pada Sabtu (27/6/2026) siang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik, Sugiono, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Rahma melalui layanan darurat Command Center 112 Gresik pada pukul 12.25 WIB.
Laporan itu langsung diteruskan ke Regu Piket Pos Kota Damkarla Gresik yang langsung meluncur satu menit kemudian dan tiba di lokasi kejadian pukul 12.40 WIB.
Baca Juga: Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Turnamen Golf Sinergitas Lintas Sektor
Berdasarkan keterangan dari Kasubag Produksi Bare Core PT Redtroindo Nusantara, Nino, insiden ini bermula dari kendala teknis operasional. Saat aktivitas pabrik tengah berjalan, mesin produksi tiba-tiba mati secara mendadak.
"Saat dilakukan pengecekan langsung ke bagian belakang area produksi untuk mencari tahu penyebab matinya mesin, api diketahui sudah membesar dan membakar tumpukan serbuk kayu di lokasi tersebut," ujar Nino, Minggu (28/6/2026).
Sugiono menambahkan, kondisi angin di sekitar lokasi yang berembes cukup kencang membuat kobaran api dengan sangat cepat merembet ke tumpukan material kayu lainnya.
Baca Juga: Respons Laporan Pak Purnomo Polisi Baik, Dinsos Gresik Gerak Cepat Sisir Warga Terlantar
Sebelum petugas tiba, para karyawan pabrik sebenarnya sempat berupaya melakukan pemadaman mandiri menggunakan aliran air dari keran dan peralatan seadanya. Namun, karena volume titik api yang terus membesar dan tak kendali, pihak perusahaan akhirnya memutuskan meminta bantuan tim pemadam.
Setibanya di area pabrik, petugas Damkarla langsung melakukan penilaian situasi (size up) guna memetakan jalur evakuasi dan isolasi api. Tim kemudian melancarkan strategi pemadaman yang dilanjutkan dengan proses pembasahan menyeluruh demi memastikan tidak ada lagi sisa bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Seluruh proses penjinakan api dinyatakan selesai kondusif pada pukul 14.10 WIB.
Kecepatan masyarakat dalam melaporkan insiden dinilai menjadi faktor krusial yang menyelamatkan aset berharga perusahaan dari kehancuran total.
Baca Juga: Rumah Kreasi Damar Kurung Diresmikan, Gus Yani Targetkan Dongkrak Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
"Begitu menerima laporan masuk, kami langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi. Berkat respons cepat petugas di lapangan serta koordinasi yang kooperatif dengan pihak perusahaan, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak sampai merembet ke bangunan utama maupun area mesin produksi lainnya," tutur Sugiono.
Pihaknya juga tak bosan mengimbau kepada masyarakat luas dan para pelaku usaha di kawasan industri agar tidak ragu segera melaporkan setiap indikasi percikan api atau kebakaran sekecil apa pun demi penanganan sedini mungkin.
Dalam operasi pemadaman kali ini, Damkarla Gresik menerjunkan dua unit armada penyuplai air, yakni satu unit mobil Supply Karba Besar P.08 dan satu unit mobil Supply Karba Kecil, dengan kekuatan penuh 10 personel dari Pos Kota.
Berdasarkan data rekapitulasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, sepanjang tahun hingga akhir Juni 2026 ini, wilayah Gresik telah mencatatkan sebanyak 28 kasus kebakaran serta 102 kejadian penyelamatan darurat (rescue) non-kebakaran. (yud/han)
Editor : Hany Akasah