Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Diduga Tergusur dari Habitatnya, Seekor Trenggiling Jawa Langka Terjebak di Permukiman Padat Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Jumat, 26 Juni 2026 | 21:36 WIB
IBA : Petugas BBKSDA Jawa Timur mengevakuasi seekor trenggiling Jawa yang ditemukan terjebak di bangunan warga di Desa Tlogopatut. (Foto : Ist/Radar Gresik)
IBA : Petugas BBKSDA Jawa Timur mengevakuasi seekor trenggiling Jawa yang ditemukan terjebak di bangunan warga di Desa Tlogopatut. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Di sela tembok sempit sebuah bangunan warga di Desa Tlogopatut, Kecamatan Gresik, seekor trenggiling Jawa (Manis javanica) betina tampak meringkuk diam. Satwa pemalu yang beraktivitas nokturnal itu seolah kehabisan tempat untuk bersembunyi.

Kehadirannya di tengah permukiman padat menjadi sinyalemen kuat tentang semakin menipisnya batas ruang hidup antara manusia dan satwa liar akibat tekanan ekologis.

Tim Matawali Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Surabaya, Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim), akhirnya berhasil mengevakuasi satwa langka dilindungi tersebut dalam kondisi selamat, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Dukung Desa Sukomulyo BESTARI MAGIYA, Mahasiswa UISI Gelar Rangkaian Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan

Sebelum terjebak di tengah kota, perjalanan mamalia bersisik ini menyimpan kisah yang cukup panjang. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (11/6), warga pertama kali menemukan trenggiling tersebut berkeliaran di area persawahan Desa Plambang, Kecamatan Bungah.

Menyadari satwa yang biasanya hidup di kawasan hutan itu terancam, warga berinisiatif mengamankannya di penampungan sementara dan melapor ke BBKSDA Jatim dua hari kemudian. Namun, sebelum petugas tiba di Bungah, satwa yang dikenal sangat sensitif terhadap stres dan perubahan lingkungan tersebut berhasil meloloskan diri demi mencari tempat persembunyian alami.

Pelarian satwa tersebut berakhir pada Minggu (14/6) malam. Warga kembali menemukannya, namun kali ini posisinya sudah berpindah jauh hingga terjebak di sela sempit bangunan rumah di Desa Tlogopatut, Kecamatan Gresik. Petugas Matawali yang tiba keesokan harinya langsung melakukan evakuasi secara hati-hati untuk mengendalikan tingkat stres satwa.

Baca Juga: Bentengi Pengurus Cabor dari Masalah Hukum, KONI Gresik Gelar Bimtek SPJ Dana Hibah

Usai diperiksa dan dipastikan tidak mengalami luka serius, trenggiling dipindahkan ke dalam kandang angkut khusus untuk dibawa ke Unit Penyelamatan Satwa di Sidoarjo guna menjalani observasi mendalam.

Bagi para pegiat konservasi, kemunculan satwa ini di luar kawasan hijau bukan sekadar peristiwa penyelamatan biasa, melainkan alarm bahaya bagi kelestarian alam.

Trenggiling Jawa merupakan satwa yang dilindungi undang-undang dan masuk dalam kategori Critically Endangered (Sangat Terancam Punah) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasinya di alam liar terus merosot tajam akibat perburuan liar dan masifnya deforestasi.

Baca Juga: Sabet Predikat Terbaik Se-Jatim, Komitmen Perlindungan Anak dan Perempuan Pemkab Gresik Dipuji Menteri PPPA

BBKSDA Jatim menduga kuat ada tekanan ekologis serius yang memaksa satwa tersebut bergerak mendekati area urban. Faktor-faktor seperti fragmentasi habitat, alih fungsi lahan, hingga menyusutnya kawasan hutan sekunder di wilayah Gresik menjadi catatan penting yang perlu dikaji lebih lanjut.

Saat ini, petugas masih mengobservasi satwa untuk melacak jalur pergerakannya sebelum menentukan lokasi pelepasliaran (release) yang aman dan jauh dari jangkauan manusia.

Di balik potret menyempitnya ruang hidup satwa, terselip kabar baik mengenai melonjaknya kesadaran masyarakat Gresik terhadap kelestarian margasatwa. Langkah warga yang memilih mengamankan dan melaporkan temuan tersebut ke pihak berwenang—bukan malah memburu atau memperjualbelikannya—mendapat apresiasi tinggi dari petugas.

Baca Juga: Kasus SK ASN Palsu Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan, Pengacara Tersangka Beber Keterlibatan Oknum PNS

Kisah penyelamatan dari sudut bangunan di Desa Tlogopatut ini menjadi pengingat kolektif. Ketika bentang alam semakin tergerus, perjumpaan satwa liar dengan manusia akan menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Melindungi mereka bukan lagi sekadar menyelamatkan satu spesies, melainkan ikhtiar merawat keseimbangan ekosistem yang menjadi rumah bersama. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#satwa #trenggiling #ksda #Tlogopatut #gresik