RADAR GRESIK – Seorang pria berinisial M. KLI (41), warga Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar kosnya.
Peristiwa memilukan ini terjadi di hunian Kos Hari, Desa Kesambenwetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya yang curiga lantaran tidak ada respons sama sekali dari dalam kamar saat hendak diajak berangkat bekerja bersama.
Baca Juga: Cegah Calo dan Gratifikasi Uji KIR, Komisi III DPRD Gresik Dorong Optimalisasi Aplikasi SIAP KIR
Kapolsek Driyorejo, Kompol Gatot Setyo Budi, menjelaskan bahwa kronologi penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan tetangga kamar kos korban yang juga merupakan rekan kerjanya, yakni M. Sodik Alami Bowo.
Saksi sempat berupaya membangunkan korban pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB dengan mengetuk pintu kamar kosnya, namun ketukan tersebut sama sekali tidak membuahkan jawaban.
Dua jam berselang atau sekitar pukul 07.00 WIB, saksi kembali mendatangi kamar korban dan melakukan hal yang sama.
Karena tetap tidak mendapatkan respons, saksi yang mulai waswas akhirnya berinisiatif memanjat ke atas plafon bangunan guna mengintip situasi di dalam kamar. Dari celah atas tersebut, saksi terkejut melihat korban sudah dalam posisi telungkup kaku di atas tempat tidur.
Baca Juga: Kelangkaan Solar Mulai Melanda Sejumlah SPBU di Gresik, Sopir Truk Lintas Daerah Mulai Waswas
"Saksi kemudian naik ke atas plafon untuk melihat kondisi di dalam kamar dan mendapati korban dalam posisi telungkup di tempat tidur. Setelah memanggil korban beberapa kali tanpa respons, saksi bersama warga membuka akses masuk ke kamar dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa," urai Kompol Gatot Setyo Budi memaparkan kronologi penemuan, Jumat (26/6).
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar langsung bergerak cepat menghubungi pihak kepala desa setempat serta petugas medis dari Puskesmas Driyorejo untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Personel kepolisian dari Polsek Driyorejo yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) juga langsung melakukan sterilisasi area dan olah TKP secara mendalam.
Baca Juga: Aksi Demo LSM Luar Daerah di Wringinanom Menuai Penolakan dari Warga dan Pegiat Sosial Gresik
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan secara saksama oleh tim medis bersama kepolisian, petugas memastikan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik atau penganiayaan pada sekujur tubuh korban. Kepastian penyebab kematian korban pun mulai menemui titik terang setelah petugas memeriksa riwayat medis serta kondisi kamar korban.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban diketahui memiliki riwayat medis penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Dugaan ini diperkuat dengan temuan sejumlah obat penurun tekanan darah serta obat pereda nyeri yang terletak di samping tubuh korban.
Menurut informasi dari pihak keluarga, korban sendiri baru saja menempuh perjalanan jauh dan tiba dari Probolinggo sekitar pukul 23.00 WIB pada Kamis malam dengan mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: Peringati HANI 2026, Pemkab Gresik Kukuhkan KOPAN dan Luncurkan Aplikasi Satgas Jaga Gresik
Berdasarkan analisis awal yang dikeluarkan oleh tim kesehatan Puskesmas Driyorejo, kombinasi kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan jauh ditambah riwayat hipertensi membuat korban diduga kuat meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Guna keperluan pemenuhan prosedur hukum, jenazah korban tetap dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan luar atau visum et repertum.
"Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi serta menerima kematian korban sebagai musibah dan takdir," pungkas Kompol Gatot Setyo Budi. (yud/han)
Editor : Hany Akasah