RADAR GRESIK – Warga di kawasan pemukiman padat Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik digegerkan oleh peristiwa penemuan jenazah seorang pemuda di dalam area rumah kontrakan.
Korban diketahui berinisial MAN (21), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Bojonegoro, yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi sebuah rumah kos milik Minarti di wilayah setempat, Sabtu (20/6/2026).
Mendapat laporan kedaruratan tersebut, jajaran personel Polsek Menganti bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gresik serta tenaga medis dari Puskesmas Kepatihan langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian.
Baca Juga: Wabup Alif Instruksikan APPSI Gresik Perluas Struktur ke Kecamatan dan Jauhi Politik Praktis
Petugas segera mengamankan area sekitar guna melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif serta melakukan pemeriksaan luar awal terhadap kondisi jenazah korban.
Peristiwa memilukan ini pertama kali terendus oleh rekan korban, Prapto Adi Saputro. Sekitar pukul 10.50 WIB, Prapto menerima sambungan telepon dari kakak kandung korban, Wulan Eliyawati, yang meminta bantuan untuk mengecek kondisi adiknya di tempat kos.
Pihak keluarga merasa cemas lantaran sebelum insiden penemuan ini terjadi, korban dilaporkan sempat mengirimkan pesan singkat kepada pihak keluarga yang berisi untaian kalimat ungkapan perpisahan.
Baca Juga: Sukses Jadi Wadah Piala Dispendik, Gressmall Buktikan Mal Bisa Jadi Tempat Pembinaan Olahraga
Setibanya di lokasi kos, saksi Prapto awalnya tidak mendapati keberadaan korban di dalam kamar tidurnya. Ia pun berinisiatif menyisir area sekitar bangunan hingga akhirnya menemukan korban sudah terbujur kaku di dalam kamar mandi.
Terkejut dengan pemandangan tersebut, saksi langsung meminta pertolongan kepada pemilik kos untuk memastikan kondisi korban sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian dan perwakilan keluarga.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan tim identifikasi dan tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Gantikan Almarhum Ahmad Nurhamim, Wongso Negoro Resmi Ditunjuk Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik
"Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik guna menjalani pemeriksaan luar dan pembuatan visum et repertum (VER)," ujarnya, Sabtu (20/6).
AKP Arif Rahman menambahkan, berdasarkan hasil identifikasi komprehensif yang dilakukan oleh tim opsnal di lapangan bersama tim medis, petugas sama sekali tidak menemukan adanya indikator atau tanda-tanda bekas kekerasan fisik akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban.
"Hingga saat ini, hasil penyelidikan tidak menemukan indikasi adanya tindak kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan pihak keluarga kepada petugas di lapangan, korban diduga sedang mengalami persoalan pribadi yang cukup pelik berkaitan dengan dinamika hubungan asmara serta permasalahan utang-piutang," ungkap AKP Arif Rahman saat dikonfirmasi mengenai motif kejadian.
Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Gresik Pacu Ekosistem Vokasi Lewat Sinergi Rantai Pasok Industri
Pihak keluarga inti korban telah secara resmi menyatakan sikap menolak untuk dilakukan tindakan otopsi dalam terhadap jenazah.
Sikap tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi bermaterai yang menyatakan bahwa pihak keluarga menerima secara ikhlas kejadian tersebut sebagai sebuah musibah, serta berkomitmen untuk tidak mempermasalahkan penyebab kematian korban di kemudian hari secara hukum.
Seluruh rangkaian pengamanan barang bukti dan mintaan keterangan saksi di lokasi kini telah dirampungkan oleh penyidik Polsek Menganti. (yud/han)
Editor : Hany Akasah