GRESIK – Insiden kebakaran akibat kelengahan aktivitas pembakaran sampah pertanian kembali terjadi di wilayah utara Kabupaten Gresik.
Tumpukan serbuk kayu palet milik warga di kawasan Desa Lowayu RT 33 RW 09, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, dilaporkan diamuk jago merah pada Kamis (18/6) pagi.
Beruntung, berkat respons cepat (quick response) dari jajaran petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik Pos Dukun, kobaran api berhasil diredam secara total sebelum merembet ke area pemukiman dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Laporan kedaruratan kebakaran tersebut awalnya masuk ke pusat komando damkar sekitar pukul 07.20 WIB dari Pathur, warga setempat bernama.
Menanggapi sinyal bahaya itu, hanya berselang dua menit kemudian, armada pemadam bersama personel piket langsung meluncur membelah jalanan menuju lokasi kejadian dan berhasil tiba di titik api tepat pada pukul 07.31 WIB guna melancarkan operasi pemadaman.
Perwira Piket Damkarla Kabupaten Gresik, Faical Irhansyah, menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun tim investigator di lapangan, petaka kebakaran ini diduga kuat bermula dari aktivitas pembakaran limbah batang jagung di samping area rumah warga.
Baca Juga: Solusi Manis Penataan PKL Semambung Gresik: Gus Yani Fasilitasi Lahan 1.000 Meter dan Modal Rp5 Juta
Embusan angin kemudian membuat bara api terbang dan menyambar tumpukan serbuk kayu palet yang berada di dekatnya, sehingga dengan cepat memicu kepulan asap tebal dan kobaran api.
"Saat mengetahui adanya kobaran api yang mulai membesar, Pathur yang sedang bekerja spontan panik dan segera menghubungi salah satu personel Damkar Pos Dukun," ujar Faical Irhansyah saat memberikan konfirmasi resmi mengenai kronologi evakuasi, Jumat (19/6).
Setibanya di ruko atau lokasi kejadian, petugas damkar langsung bergerak taktis melakukan penyemprotan air guna menjinakkan titik api utama.
Petugas juga menyisir area sekitar tumpukan serbuk kayu untuk melakukan pembasahan intensif demi memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu penyalaan ulang (re-ignition) maupun perembetan ke bangunan lain. Keseluruhan operasi penanganan kebakaran ini dinyatakan selesai dengan aman dan kondusif pada pukul 07.51 WIB.
Pihak pemadam kebakaran memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Selain tidak ditemukannya kendala teknis pasokan air selama proses penjinakan api di lapangan, pemilik lahan juga dilaporkan tidak mengalami kerugian material yang berarti berkat evakuasi yang berjalan taktis.
"Dalam penanganan kejadian di Desa Lowayu ini, Damkarla Pos Dukun mengerahkan sebanyak satu unit mobil pemadam kebakaran berkekuatan penuh dengan diperkuat oleh lima personel terlatih," pungkas Faical Irhansyah mengakhiri keterangannya.
Berdasarkan data rekam medik operasional yang dikantongi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, intensitas kebakaran di wilayah tersebut patut terus diwaspadai oleh masyarakat.
Baca Juga: Kembali Pimpin DPC PPP Gresik, Khoirul Huda Bidik Lima Kursi Parlemen
Tercatat hingga memasuki pertengahan Juni 2026, Damkarla Gresik telah menangani sebanyak 17 kasus kebakaran serta berhasil mengeksekusi 75 kejadian penyelamatan (rescue) non-kebakaran di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. (yud/han)
Editor : Hany Akasah